Al Isra Ayat 25 dan Artinya: Memahami Ikhlas dan Keimanan

Ilustrasi: Cahaya Hati dan Petunjuk

Teks Arab Al Isra Ayat 25

﴿ رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِن نَّكُن نَّجِدُ الصَّالِحِينَ ثُمَّ يَتَّخِذُونَهَا أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ خَاسِرُونَ ﴾

Bacaan Latin (Transliterasi)

"Robbukum a’lamu biman fi as-samawati wal-ardh, in nakun najidish-sholihiina tsumma yattakhidzunaha awliyaa'a min dooni wa hum khaasirun."

Artinya

"Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain, dan Kami berikan Zabur kepada Dawud."

Penjelasan dan Tafsir Singkat

Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an. Ayat ke-25 ini mengandung pesan mendalam mengenai pengetahuan Allah SWT yang meliputi segala sesuatu, serta penekanan pada kedudukan para nabi dan karunia yang diberikan kepada mereka.

Ayat ini dimulai dengan penegasan tentang keilmuan Allah yang maha luas: "Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi." Pernyataan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa tidak ada satu pun perbuatan, niat, atau keadaan tersembunyi yang luput dari pengawasan dan pengetahuan-Nya. Baik itu makhluk yang jelas terlihat maupun yang tersembunyi di antara bintang-bintang di langit atau di kedalaman bumi, semuanya berada dalam cakupan ilmu-Nya.

Bagian selanjutnya dari ayat ini (yang seringkali ditafsirkan lebih luas dalam konteks ayat-ayat sekitarnya yang membahas pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan kerabat) adalah penegasan mengenai status para nabi: "Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain, dan Kami berikan Zabur kepada Dawud."

Dalam Islam, semua nabi diyakini memiliki derajat yang mulia, namun Allah memberikan keistimewaan atau kelebihan tertentu kepada beberapa di antara mereka sesuai dengan hikmah-Nya. Nabi Daud 'alaihissalam secara spesifik disebutkan menerima kitab Zabur (Mazmur), yang merupakan salah satu kitab suci yang diturunkan Allah. Zabur berisi pujian, hikmah, dan doa-doa.

Poin utama yang bisa diambil dari konteks ayat ini adalah:

  1. Pengawasan Ilahi: Kesadaran bahwa Allah mengetahui segala sesuatu di semesta, mendorong seorang mukmin untuk selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan niat.
  2. Keutamaan Para Nabi: Pengakuan bahwa meskipun semua nabi mulia, Allah menetapkan tingkatan dan memberikan karunia khusus kepada mereka yang Dia kehendaki.
  3. Pemberian Kitab: Penegasan bahwa kitab suci, seperti Zabur untuk Nabi Daud, adalah wahyu langsung dari Allah sebagai pedoman bagi umat manusia.

Ayat ini mengajarkan kerendahan hati di hadapan keagungan Allah dan penghargaan terhadap para pembawa risalah-Nya. Dengan mengetahui bahwa Allah Maha Tahu, seorang Muslim seharusnya menjadikan ketaatan dan keikhlasan sebagai orientasi utama dalam hidup, karena pada akhirnya, hanya Allah yang akan memberikan balasan yang setimpal berdasarkan pengetahuan-Nya yang sempurna.

🏠 Homepage