Kajian Mendalam: Al-Isra Ayat 55 dan Artinya

Ilustrasi Cahaya dan Pengetahuan

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِـمَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

"Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain, dan Kami berikan Zabur kepada Dawud (Daud)."

Konteks Ayat dalam Surat Al-Isra

Surat Al-Isra, yang juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an yang sarat dengan hikmah, kisah-kisah kenabian, dan peringatan. Ayat 55 ini muncul setelah serangkaian ayat yang membahas tentang keesaan Allah dan bantahan terhadap klaim kesyirikan atau kesalahpahaman mengenai status para rasul.

Ayat ini secara tegas menegaskan dua pilar utama keimanan: pengakuan mutlak terhadap keilmuan Allah yang meliputi seluruh alam semesta, serta penegasan akan adanya tingkatan (kelebihan) dalam pemberian wahyu dan kedudukan para nabi.

Analisis Mendalam Makna Ayat 55

1. Keilmuan Allah yang Maha Luas

Frasa pertama, "Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi", adalah penegasan otoritas dan ilmu Allah (Al-'Alim). Tidak ada satupun entitas, baik malaikat, jin, manusia, maupun makhluk lainnya di alam raya—baik yang tampak maupun yang tersembunyi—yang luput dari pengetahuan-Nya. Hal ini menjadi fondasi bahwa hanya Allah yang berhak dinilai dan diibadahi, karena Ia mengetahui hakikat setiap ciptaan-Nya secara sempurna.

2. Kelebihan Para Nabi (Tafdhil)

Pernyataan kedua, "Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian yang lain", adalah bantahan halus terhadap potensi klaim superioritas yang berlebihan oleh pengikut salah satu nabi terhadap nabi lainnya. Islam mengajarkan penghormatan kepada seluruh nabi, namun ayat ini menetapkan bahwa ada tingkatan kemuliaan yang ditetapkan Allah sendiri.

Contoh dari kelebihan ini seringkali dikaitkan dengan mukjizat spesifik, beban risalah yang lebih berat, atau status khusus seperti yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi (Ulul Azmi). Ayat ini mengajarkan kerendahan hati dalam mengikuti ajaran, menyadari bahwa perbedaan tingkatan itu adalah ketetapan Ilahi.

3. Pemberian Zabur kepada Nabi Dawud

Bagian penutup, "dan Kami berikan Zabur kepada Dawud", memberikan contoh konkret dari perbedaan anugerah tersebut. Zabur (Mazmur) adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Dawud AS. Kitab ini terkenal karena isinya yang berupa pujian, zikir, dan doa, yang berbeda komposisinya dibandingkan Taurat (Nabi Musa) atau Injil (Nabi Isa).

Penyebutan Zabur ini mengindikasikan bahwa karunia Allah kepada para nabi beragam, sesuai dengan kebutuhan zaman dan kemampuan penerimanya. Bagi Dawud, karunia berupa suara yang merdu dan kemampuan melunakkan besi menjadi pelengkap kenabiannya.

Implikasi Spiritual dan Teologis

Kajian Al-Isra ayat 55 memberikan beberapa pelajaran penting bagi seorang mukmin:

Ayat ini, dengan singkat namun padat, memperkuat tauhid dengan menonjolkan keagungan Ilmu Allah sekaligus menunjukkan pola manajemen Ilahi dalam menyampaikan petunjuk-Nya melalui para utusan-Nya.

🏠 Homepage