Memahami Al-Isra Ayat 88 (Surah Al-Isra)

Visualisasi Ayat

Sumber Kebenaran Universal

Al-Isra Ayat 88 (Arab)

Ayat 88 dari Surah Al-Isra (juga dikenal sebagai Bani Israil) merupakan penegasan penting mengenai keunikan Al-Qur'an dibandingkan seluruh ciptaan Allah.

قُل لَّئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَن يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Qul la'initma'atil insu wal jinnu 'ala an ya'tu bi mitsli hadzal qur'aani la ya'tuuna bi mitslihi walaw kaana ba'duhum li ba'dhin dhahirā.
Artinya: Katakanlah: "Sekiranya manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur'an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun (jin) sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain."

Penjelasan dan Keajaiban Ayat

Ayat ini adalah tantangan ilahiah yang paling tegas dan mendasar yang diajukan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh umat manusia dan jin. Pokok pesan utama dari Al Isra ayat 88 adalah ketidakmungkinan siapapun untuk meniru atau menciptakan teks yang setara dengan Al-Qur'an.

Tantangan ini tidak hanya terbatas pada aspek keindahan sastra atau kekayaan makna, tetapi juga mencakup kesempurnaan hukum, kebenaran historis, dan konsistensi internalnya yang terjaga selama lebih dari empat belas abad. Ketika Allah menantang, Dia melibatkan dua entitas yang paling cerdas dan berpotensi besar: manusia (ins) dan jin (jinn). Jika gabungan kecerdasan kedua makhluk ini gagal, maka itu membuktikan bahwa sumber wahyu tersebut benar-benar berasal dari Yang Maha Pencipta.

Inimitabilitas (I'jaz) Al-Qur'an

Konsep yang terkandung dalam ayat ini dikenal sebagai I'jaz al-Qur'an, atau kemukjizatan Al-Qur'an. Allah tidak hanya meminta untuk membuat satu ayat yang mirip, tetapi meminta untuk membuat teks yang serupa dengan keseluruhan Al-Qur'an. Penekanan pada "walaupun sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain" (wa law kaana ba'duhum li ba'dhin dhahirā) menunjukkan bahwa segala bentuk kerjasama, bantuan teknis, inspirasi, atau bahkan sihir yang mungkin dilakukan oleh jin tidak akan mampu menandingi teks suci ini.

Para ulama tafsir sering mengaitkan ayat ini dengan tantangan-tantangan sebelumnya dalam Surah Hud (Ayat 13), di mana tantangan awalnya adalah membuat sepuluh surah, kemudian satu surah. Namun, Surah Al-Isra ayat 88 ini menaikkan standar tantangan tersebut menjadi menandingi keseluruhan Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa keunikan Al-Qur'an bersifat absolut dan permanen.

Relevansi untuk Umat Islam Saat Ini

Bagi umat Islam kontemporer, ayat ini berfungsi sebagai benteng keyakinan. Di era informasi yang serba cepat dan kemajuan teknologi yang luar biasa, tantangan ini tetap relevan. Meskipun manusia mampu menciptakan teks yang sangat kompleks, kompleksitas Ilahiah yang menyatukan aspek spiritual, moral, ilmiah, dan bahasa dalam satu kesatuan yang harmonis (seperti yang ada dalam Al-Qur'an) masih belum terlampaui.

Kisah turunnya ayat ini juga menegaskan bahwa otoritas dan kebenaran Al-Qur'an tidak dapat digoyahkan oleh kritik atau upaya peniruan dari manapun sumbernya. Ini adalah jaminan ilahiah atas keaslian kitab suci terakhir ini, yang menjadi panduan hidup bagi miliaran orang di seluruh dunia. Membaca dan merenungkan Al Isra ayat 88 seharusnya meningkatkan rasa takzim kita terhadap wahyu yang kita miliki.

🏠 Homepage