Memahami Al Isra Ayat 9 dan 10: Janji Kebaikan dan Peringatan Keras

Surat Al-Isra, atau dikenal juga sebagai Bani Israil, adalah salah satu surat penting dalam Al-Qur'an yang sarat dengan hikmah, hukum, dan kabar gembira serta peringatan. Di antara ayat-ayat yang sering direnungkan adalah ayat ke-9 dan 10. Ayat-ayat ini berbicara tentang keutamaan amal saleh yang akan menghasilkan pahala besar, sekaligus memberikan peringatan tegas bagi mereka yang berpaling dari kebenaran.

Visualisasi Makna

Amal Saleh Peringatan Jangan Zalim Jalan Pilihan

Teks Al Isra Ayat 9 dan 10

Berikut adalah lafal Al-Qur'an dari Surat Al-Isra ayat 9 dan 10 beserta terjemahannya:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا (9)
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar," (QS. Al-Isra: 9)
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (10)
"dan bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." (QS. Al-Isra: 10)

Penjelasan Ayat 9: Petunjuk Menuju Jalan Lurus

Ayat kesembilan membuka dengan penegasan tentang fungsi utama Al-Qur'an: memberikan petunjuk (hidayah) kepada jalan yang paling lurus dan benar. "الَّتِي هِيَ أَقْوَمُ" (yang paling lurus) merujuk pada syariat Islam yang paling tegak, adil, dan membawa kemaslahatan dunia serta akhirat. Jalan ini adalah jalan yang membebaskan manusia dari kesesatan pemikiran, akhlak yang rusak, dan perilaku zalim.

Lebih lanjut, ayat ini mengandung kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan mau mengamalkan kebaikan ('amal saleh'). Pahala yang dijanjikan adalah "أَجْرًا كَبِيرًا" (pahala yang besar). Konteks ayat ini menekankan bahwa iman saja tidak cukup tanpa diiringi pembuktian nyata melalui perbuatan baik. Kebaikan yang dimaksud mencakup ibadah ritual, muamalah yang adil, serta berbuat baik kepada sesama manusia dan makhluk lainnya.

Ayat 10: Peringatan Bagi yang Mengingkari Akhirat

Berbanding terbalik dengan janji bagi orang beriman, ayat ke-10 memberikan peringatan keras bagi kelompok yang menolak kebenaran yang dibawa Al-Qur'an, khususnya yang mengingkari hari akhir (kiamat dan perhitungan amal). Allah SWT menegaskan bahwa bagi mereka telah disiapkan "عَذَابًا أَلِيمًا" (azab yang pedih).

Mengimani hari akhir adalah salah satu pilar keimanan yang sangat fundamental. Penolakan terhadap hari akhir seringkali menjadi akar dari perilaku buruk, karena individu tersebut merasa tidak akan pernah dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya di dunia. Mereka hidup tanpa batas moral yang sesungguhnya, sehingga mudah terjerumus pada perbuatan zalim, menindas, dan melanggar hak orang lain.

Hubungan Simetris dan Konsekuensi Logis

Dua ayat ini (9 dan 10) berjalan secara simetris, menggambarkan dua jalur konsekuensi logis dari pilihan hidup manusia. Jika manusia memilih untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan membuktikan keimanannya dengan amal saleh, maka imbalannya adalah surga dan pahala yang melimpah. Sebaliknya, jika mereka menolak petunjuk tersebut dan menutup diri dari keyakinan akan hari pembalasan, maka konsekuensinya adalah siksaan yang menyakitkan.

Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: Al-Qur'an adalah panduan totalitas hidup. Membaca, memahami, dan mengamalkannya adalah kunci menuju kebahagiaan abadi. Keimanan kepada Allah dan keyakinan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan adalah motivasi terbesar seorang Mu'min untuk selalu berada di jalan yang lurus dan menjauhi segala bentuk kedzaliman yang akan mengundang murka Ilahi. Perenungan mendalam terhadap Al Isra ayat 9 dan 10 ini seharusnya mendorong setiap Muslim untuk senantiasa mengoreksi diri dan memperkuat amalan harian.

🏠 Homepage