Surah Al-Ma'idah (Hidangan) adalah salah satu surat Madaniyah yang sarat dengan ketentuan hukum, etika sosial, dan sejarah kenabian. Bagian ayat 80 hingga 90 menyimpan pesan penting mengenai konsekuensi dari perbuatan manusia, hukuman bagi pengkhianat, hingga larangan meminum khamr dan berjudi. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai pengingat tegas tentang tanggung jawab individu di hadapan Allah SWT.
Ilustrasi Keseimbangan dan Pertanggungjawaban
Ayat 80 dan 81 berbicara tentang kaum Nabi Nuh AS, di mana Allah SWT menghukum mereka karena kekafiran dan pengkhianatan mereka terhadap ajaran yang dibawa. Ini adalah peringatan bahwa penolakan terang-terangan terhadap kebenaran akan membawa konsekuensi pedih. Kemudian, ayat 83 memberikan gambaran kontras mengenai orang-orang yang ketika mendengar Al-Qur'an, mata mereka berlinang air mata karena kesadaran akan kebenaran, seperti yang ditunjukkan oleh para sahabat yang bertobat.
Al-Ma'idah Ayat 80:
"Engkau (Muhammad) akan melihat kebanyakan dari mereka berlomba-lomba dalam kekafiran; mereka menjadikan perisai bagi diri mereka (dari azab Allah) dengan perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. Sangatlah buruk apa yang mereka perbuat itu."
Ayat-ayat berikutnya menguji keimanan umat Islam. Ayat 84 mendorong umat untuk mengharapkan rahmat dari Allah sambil menghadapi kaum yang keras kepala. Selanjutnya, ayat 85 menjanjikan surga yang dialiri sungai bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. Ini menekankan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Sementara itu, ayat 86 hingga 87 membahas tentang etika dalam memakan rezeki dan pentingnya tidak mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, kecuali jika itu adalah bagian dari ujian kesabaran.
Ini adalah bagian yang sangat tegas mengenai larangan absolut terhadap dua hal yang merusak masyarakat: khamr (minuman keras) dan maisir (judi). Ayat 90 secara eksplisit menyatakan bahwa keduanya adalah kekejian dan termasuk perbuatan setan. Larangan ini tidak hanya dilihat sebagai aturan ibadah semata, tetapi sebagai intervensi ilahi untuk melindungi akal, harta, dan tali persaudaraan manusia.
Al-Ma'idah Ayat 90:
"Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr, judi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah kekejian dari perbuatan syaitan, maka jauhilah ia agar kamu mendapat keberuntungan."
Pelajaran dari rentang ayat Al-Ma'idah ini sangat relevan hingga kini. Pertama, mengenai pertanggungjawaban kolektif dan individual. Jika masyarakat memilih jalannya sendiri (Ayat 80), konsekuensinya akan terasa. Kedua, pentingnya konsistensi antara iman dan amal (Ayat 85). Keimanan sejati diukur dari bagaimana seseorang bertindak, terutama dalam membedakan antara yang halal dan haram. Larangan terhadap khamr dan judi (Ayat 90) menegaskan bahwa Islam mengutamakan kejernihan berpikir dan pengelolaan sumber daya yang adil, bebas dari pengaruh yang merusak akal dan menimbulkan permusuhan. Ayat-ayat ini mengajak umat Islam untuk selalu bersikap adil, mengingat janji surga bagi yang taat, serta menjauhi segala bentuk kerusakan sosial yang ditegaskan oleh syariat.