Surah Az-Zalzalah (Kegoncangan) adalah salah satu surah pendek dalam Al-Qur'an yang mengandung pesan peringatan keras namun penuh keadilan dari Allah SWT. Surah ini secara gamblang menggambarkan hari kiamat dan bagaimana setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan diperhitungkan. Fokus utama kita kali ini adalah pada dua ayat terakhirnya, yaitu ayat 7 dan 8, yang menegaskan prinsip keadilan ilahi.
Teks Al-Qur'an: Al Zalzalah Ayat 7 dan 8
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Penjelasan dan Makna Ayat 7 & 8
Ayat 7 dan 8 dari Surah Az-Zalzalah ini merupakan puncak dari peringatan yang telah disampaikan sebelumnya mengenai goncangan hari kiamat. Ayat-ayat ini menetapkan standar pertanggungjawaban yang mutlak dan tidak dapat dinegosiasikan di hadapan Allah.
1. Konsep "Mithqala Zarratin" (Seberat Biji Zarrah)
Kata kunci dalam ayat ini adalah "mithqala zarratin" (مِثْقَالَ ذَرَّةٍ), yang secara harfiah berarti seberat atom, sebutir debu halus, atau seberat biji terkecil yang dapat dilihat. Penggunaan kata ini menekankan dua hal fundamental:
- Ketelitian Allah: Tidak ada perbuatan, niat baik sekecil apapun, yang luput dari pengawasan-Nya. Ini memberikan harapan besar bagi mereka yang selalu berusaha konsisten dalam kebaikan.
- Keadilan Mutlak: Tidak ada kejahatan sekecil apapun yang akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban. Ini adalah peringatan keras bagi mereka yang meremehkan dosa-dosa kecil.
Pemahaman ini menghilangkan keraguan bahwa amal ibadah yang tampak kecil atau dosa yang tampak remeh akan diabaikan. Di hari perhitungan, timbangan amal akan sangat presisi.
2. Konsekuensi yang Jelas: "Yarahū" (Akan Melihatnya)
Frasa "yarahū" (نَسَ) yang berarti "dia akan melihatnya" menunjukkan kepastian hasil. Ketika perhitungan tiba, setiap individu akan diperlihatkan sendiri catatan amalnya. Ini bukan hanya sekadar hukuman atau ganjaran, tetapi sebuah proses kesadaran penuh atas apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.
Bagi yang beramal saleh, melihat kebaikan sekecil apapun akan menjadi penyejuk mata dan sumber kebahagiaan yang tak terhingga, karena mereka akan menuai pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Sebaliknya, bagi yang melakukan keburukan, melihat catatan kejahatan sekecil apapun akan menjadi penyesalan yang mendalam. Ini menegaskan bahwa Islam tidak membiarkan celah sedikitpun bagi penyimpangan moral tanpa konsekuensi.
Implikasi Bagi Kehidupan Seorang Muslim
Memahami Al Zalzalah ayat 7 dan 8 memberikan dorongan motivasi yang luar biasa dalam beribadah dan bermuamalah:
- Istiqomah dalam Kebaikan Kecil: Ayat ini mengajarkan pentingnya konsistensi. Jangan pernah meremehkan sedekah receh, menahan lisan dari ghibah, menolong tetangga dengan hal sederhana, atau menyingkirkan duri dari jalan. Semua itu dicatat sebagai kebaikan.
- Waspada Terhadap Dosa Kecil: Banyak orang terjerumus dalam neraka bukan karena dosa besar yang terang-terangan, melainkan karena akumulasi dosa-dosa kecil yang dianggap remeh (seperti memandang yang haram sesaat, mengeluh tanpa syukur, atau menunda shalat sunnah). Ayat ini mendesak kita untuk segera bertaubat dari setiap kesalahan, sekecil apapun itu.
- Harapan dan Keadilan Tuhan: Bagi mereka yang merasa amal ibadahnya sedikit, ayat ini adalah oase harapan. Allah tidak menilai kuantitas semata, tetapi juga kualitas dan ketulusan niat di baliknya. Selama dilakukan dengan keikhlasan, sekecil apapun itu, pasti akan dilihat dan dibalas oleh Yang Maha Adil.
Inti dari pesan Surah Az-Zalzalah ayat 7 dan 8 adalah sebuah pengingat tegas bahwa kehidupan dunia adalah ladang penanaman, dan hari akhir adalah masa panen. Tidak ada hasil yang terlewatkan. Dengan kesadaran ini, seorang Muslim akan termotivasi untuk selalu memperbaiki diri, menimbang setiap ucapan dan perbuatan sebelum ia terlanjur menjadi bagian dari catatan amal yang akan dipertontonkan di hadapan seluruh alam semesta.