Keadilan Ilahi dan Pertanggungjawaban Amal

Pengantar: Hari Berguncang

Surat Al-Zalzalah, yang berarti "Kegoncangan," adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an namun memiliki pesan yang sangat mendalam mengenai akhir zaman, kebangkitan, dan pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan. Surat ini membuka gambaran dahsyat tentang hari kiamat ketika bumi akan mengeluarkan segala isinya.

Ayat-ayat awal surat ini menggambarkan guncangan luar biasa yang akan melanda alam semesta, sebuah peristiwa yang melampaui segala bencana yang pernah disaksikan manusia. Bumi, yang selama ini diam dan menjadi saksi bisu perjalanan hidup miliaran manusia, akan diperintahkan untuk menyampaikan berita tentang apa yang terjadi di atas permukaannya.

Ilustrasi Guncangan Bumi dan Pengungkapan Rahasia Kiamat

Fokus Utama: Allah SWT Berfirman dalam QS. Al-Zalzalah 99:7

Setelah menggambarkan guncangan dahsyat dan pengungkapan rahasia bumi, Allah SWT menutup rangkaian penegasan tersebut dengan ayat yang menjadi inti pertanggungjawaban individual:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
"Faman ya’mal mitsqāla ẕarratin khairan yarah."
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya."

Ayat ini menegaskan prinsip dasar keadilan ilahi yang tidak akan melewatkan sekecil apa pun. Kata "zarrah" sering diartikan sebagai atom atau partikel terkecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Ini menekankan bahwa tidak ada amal, sekecil apapun niat baik yang terwujud dalam tindakan, yang akan luput dari pengawasan Allah SWT.

Keadilan yang Mencakup Kebaikan dan Keburukan

Meskipun ayat 7 secara eksplisit menyebutkan "kebaikan" (khairan), ayat berikutnya (ayat 8) melengkapinya dengan pernyataan serupa mengenai keburukan: "Wa man ya’mal mitsqāla ẕarratin syarran yarah" (Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat hasilnya).

Kombinasi kedua ayat ini menciptakan gambaran pertanggungjawaban yang sempurna dan setara. Konsep ini memberikan dua implikasi penting bagi seorang Muslim.

1. Motivasi untuk Berbuat Baik Tanpa Batas

Ayat ini adalah motivasi terbesar bagi umat Islam untuk tidak meremehkan perbuatan baik sekecil apa pun. Sedekah sepotong kurma, senyuman tulus, nasihat yang menenangkan, atau bahkan menyingkirkan duri dari jalan—semua itu dicatat dan akan dibalas. Dalam kehidupan yang penuh kesibukan dan godaan, sering kali kita merasa bahwa upaya kecil kita tidak berarti. Al-Zalzalah 99:7 membantah anggapan tersebut; bagi Allah, tidak ada yang kecil jika dilakukan dengan ketulusan.

2. Peringatan Keras Terhadap Dosa Kecil

Di sisi lain, ayat ini berfungsi sebagai peringatan keras. Dosa yang dianggap remeh atau sepele—gosip ringan, kebohongan kecil, menunda salat sebentar—juga akan diperhitungkan. Banyak orang terjerumus dalam kebinasaan bukan karena satu dosa besar yang mencolok, melainkan karena akumulasi dosa-dosa kecil yang terus menerus dilakukan tanpa merasa perlu bertaubat. Ayat ini mengingatkan bahwa pada hari penghisaban, tidak ada ruang untuk pembelaan bahwa "itu hanya masalah kecil."

Relevansi Psikologis dan Spiritual

Pemahaman akan firman Allah dalam QS. Al-Zalzalah 99:7 membawa dampak besar pada psikologi spiritual seorang hamba. Ini menumbuhkan kesadaran (muraqabah) bahwa kita selalu berada di bawah pengawasan Ilahi. Kesadaran ini mendorong integritas, bahkan saat tidak ada manusia yang melihat. Ketika seseorang yakin bahwa setiap partikel tindakannya akan dibalas, kualitas amalannya otomatis meningkat.

Hari kiamat yang digambarkan dalam surat ini bukanlah hari penghakiman yang sewenang-wenang, melainkan hari perhitungan yang paling adil dan transparan. Bumi sendiri menjadi saksi, dan catatan amal (kitab) dibuka. Tidak ada variabel yang hilang; baik atau buruk, sekecil apa pun ukurannya, akan dipertontonkan.

Kesimpulan

QS. Al-Zalzalah ayat 7 adalah janji kepastian. Allah SWT menegaskan bahwa keadilan-Nya bersifat absolut dan mikroskopis. Bagi orang yang beriman, ini adalah berita gembira yang mendorong mereka untuk terus beramal saleh tanpa henti, mengetahui bahwa hasil dari setiap kebaikan sekecil apa pun akan mereka temui dalam bentuk ganjaran yang sempurna di akhirat kelak. Ini adalah panggilan untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan pertanggungjawaban abadi.

🏠 Homepage