Di antara berbagai mushaf Al-Qur'an yang beredar di seluruh dunia, terdapat satu kategori yang selalu menarik perhatian karena ukurannya yang monumental: Alquran Akbar. Istilah ini merujuk pada Al-Qur'an cetakan dengan dimensi fisik yang jauh lebih besar daripada ukuran standar atau yang lazim kita temui di rumah ibadah maupun koleksi pribadi. Keberadaan Alquran Akbar bukan sekadar soal estetika atau keunikan ukuran, tetapi seringkali membawa makna simbolis dan fungsi tertentu.
Ilustrasi visualisasi Alquran dengan ukuran monumental.
Mengapa Disebut "Akbar"?
Penamaan "Akbar" (yang berarti 'terbesar' dalam bahasa Arab) secara harfiah merujuk pada dimensi fisik mushaf tersebut. Jika Alquran standar seringkali berukuran A5 (sekitar 14.8 x 21 cm) atau B5, Alquran Akbar bisa mencapai ukuran hingga A2 (42 x 59.4 cm) bahkan lebih besar lagi, tergantung pada pembuat dan tujuannya. Ukuran yang masif ini membutuhkan bahan baku yang berkualitas tinggi, baik untuk kertas maupun penjilidan, sehingga seringkali menjadikannya barang koleksi yang bernilai investasi.
Tujuan utama dari pembuatan Alquran Akbar seringkali berkaitan dengan upaya untuk melestarikan kaligrafi dan mushaf agar mudah dibaca dari jarak jauh. Dalam beberapa konteks, khususnya di masjid-masjid besar atau institusi keagamaan, mushaf raksasa ini ditempatkan di tempat yang menonjol sehingga jamaah dapat mengamati keindahan seni Islam yang tertuang di dalamnya dengan lebih jelas. Selain itu, ukurannya yang besar memberikan ruang yang lebih lega bagi para ahli kaligrafi untuk memamerkan detail dan keindahan tulisan Arab yang rumit.
Fungsi dan Peran dalam Kehidupan Keagamaan
Meskipun tidak praktis dibawa bepergian, Alquran Akbar memiliki peranan penting di lingkungan tertentu. Pertama, sebagai media dakwah visual. Keindahan dan kemegahannya menarik perhatian non-Muslim dan memberikan kesan mendalam mengenai pentingnya kitab suci bagi umat Islam. Kedua, ia sering digunakan sebagai properti utama dalam pameran kebudayaan Islam, menunjukkan pencapaian seni dan literasi Islam sepanjang sejarah.
Selain fungsi visual dan simbolis, beberapa Alquran Akbar juga diproduksi dengan niat sedekah jariyah. Karena biaya produksinya yang mahal, mushaf ini sering didonasikan ke perpustakaan utama atau lembaga pendidikan Islam bergengsi, memastikan bahwa teks suci tersedia dalam format yang paling agung dan tahan lama.
Proses Pembuatan yang Penuh Ketelitian
Membuat Alquran Akbar bukanlah tugas sembarangan. Dibutuhkan perencanaan matang terkait tata letak (layout) agar ketika diperbesar, proporsi huruf dan baris tetap harmonis dan terbaca. Kertas yang digunakan haruslah jenis khusus, tebal, dan tidak mudah menguning, sementara tinta harus berkualitas tinggi agar tidak luntur seiring waktu. Proses penjilidan juga harus sangat kuat untuk menopang berat dan ukuran halaman yang besar. Setiap halaman seringkali dicetak dengan teknik presisi tinggi untuk memastikan kesamaan mutu kaligrafi di seluruh mushaf.
Di berbagai belahan dunia Muslim, terdapat upaya berkelanjutan untuk memproduksi Alquran dalam skala yang lebih besar lagi, menciptakan rekor baru, dan menunjukkan dedikasi umat terhadap kitab suci mereka. Alquran Akbar menjadi saksi bisu bagaimana seni, teknologi percetakan, dan spiritualitas dapat berpadu menjadi satu wujud fisik yang memukau.
Kesimpulan
Alquran Akbar lebih dari sekadar buku berukuran raksasa; ia adalah manifestasi dari penghormatan mendalam terhadap wahyu Ilahi. Dengan dimensinya yang mencolok, ia berfungsi sebagai pengingat visual akan keagungan dan keabadian firman Allah, menarik perhatian dan memicu kekaguman akan warisan kaligrafi Islam yang kaya. Keberadaannya di ruang publik menegaskan identitas spiritual dan kebanggaan budaya umat Islam.