Ikan arwana, dengan keanggunan dan keindahannya, telah lama dijuluki sebagai "raja" di dunia ikan hias air tawar. Daya tarik utama arwana terletak pada sisiknya yang besar dan berkilau, bentuk tubuhnya yang memanjang seperti naga, serta gerakannya yang anggun saat berenang. Memelihara ikan arwana bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga sebuah seni yang membutuhkan dedikasi, pengetahuan, dan tentu saja, sebuah aquarium yang memadai. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai seluk-beluk pembuatan dan perawatan aquarium untuk ikan arwana.
Salah satu faktor terpenting dalam memelihara arwana adalah ukuran aquarium. Arwana adalah ikan yang tumbuh sangat besar, beberapa spesies bisa mencapai panjang lebih dari 90 cm. Oleh karena itu, aquarium yang terlalu kecil akan menghambat pertumbuhannya, menyebabkan stres, dan bahkan memicu penyakit. Untuk ikan arwana dewasa, disarankan untuk menggunakan aquarium dengan ukuran minimal panjang 150 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm. Namun, semakin besar semakin baik. Aquarium yang lebih besar memberikan ruang gerak yang lebih luas, memungkinkan arwana untuk berenang dengan leluasa dan menampilkan keanggunannya.
Bagi arwana yang masih anakan (juvenile), Anda bisa memulai dengan aquarium yang lebih kecil, namun tetap harus mempertimbangkan ukuran dewasanya. Sebaiknya siapkan aquarium yang lebih besar sejak awal atau rencanakan untuk upgrade seiring pertumbuhannya. Penting untuk diingat bahwa kualitas air yang baik lebih mudah dijaga dalam volume air yang lebih besar.
Kualitas air adalah kunci utama kesehatan arwana. Ikan ini sangat sensitif terhadap perubahan parameter air, seperti amonia dan nitrit. Oleh karena itu, sistem filtrasi yang kuat dan efisien mutlak diperlukan. Beberapa pilihan filter yang populer untuk aquarium arwana meliputi:
Selain filter, sirkulasi air yang baik juga penting. Arwana menyukai arus air yang tidak terlalu deras namun tetap ada pergerakan. Penggunaan powerhead dapat membantu menciptakan sirkulasi yang merata di seluruh aquarium, mencegah terjadinya zona mati tempat kotoran menumpuk.
Meskipun memiliki sistem filtrasi yang baik, pergantian air secara rutin tetap tidak bisa diabaikan. Lakukan pergantian air sebanyak 20-30% setiap minggu. Gunakan air yang sudah diendapkan atau diolah dengan water conditioner untuk menghilangkan klorin. Pemantauan parameter air secara berkala menggunakan test kit juga sangat disarankan.
Arwana umumnya berasal dari perairan tropis, sehingga mereka membutuhkan suhu air yang stabil. Kisaran suhu ideal untuk kebanyakan spesies arwana adalah antara 25-30 derajat Celsius. Penggunaan heater dengan termostat sangat penting untuk menjaga suhu agar tetap konstan, terutama di daerah dengan suhu udara yang berfluktuasi.
Pencahayaan pada aquarium arwana perlu diperhatikan. Arwana tidak membutuhkan cahaya yang terlalu terang. Pencahayaan yang terlalu kuat justru bisa membuat ikan stres dan bersembunyi. Gunakan lampu dengan intensitas sedang, yang dapat menonjolkan warna-warna indah pada sisiknya. Banyak penghobi arwana memilih lampu dengan spektrum warna tertentu untuk meningkatkan kilau sisik ikan mereka.
Dalam hal substrat atau dasar aquarium, arwana umumnya lebih menyukai dasar yang bersih dan minim substrat. Banyak penghobi memilih untuk tidak menggunakan substrat sama sekali (bare bottom tank) untuk memudahkan pembersihan kotoran. Namun, jika Anda ingin menggunakan substrat, pilih pasir halus atau kerikil yang tidak mudah mengendap dan tidak tajam. Hindari penggunaan substrat yang dapat mengotori air dengan cepat.
Dekorasi pada aquarium arwana sebaiknya bersifat minimalis namun tetap estetik. Hindari dekorasi yang terlalu ramai atau memiliki sudut tajam yang bisa melukai ikan. Kayu apung (driftwood) atau batu yang halus sering menjadi pilihan favorit karena memberikan kesan alami dan tidak mengganggu arwana. Pastikan semua dekorasi aman dan tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam air.
Arwana adalah ikan karnivora. Pemberian pakan yang bervariasi dan bergizi tinggi sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan mereka. Pakan hidup seperti udang, jangkrik, atau ikan kecil (pastikan bebas penyakit) bisa menjadi pilihan. Namun, pemberian pakan hidup secara terus-menerus bisa meningkatkan risiko penularan penyakit. Kombinasikan dengan pakan berkualitas tinggi seperti pelet khusus arwana yang diformulasikan untuk kebutuhan nutrisinya.
Frekuensi pemberian pakan untuk arwana dewasa biasanya satu kali sehari. Hindari pemberian pakan berlebihan yang dapat menyebabkan sisa makanan membusuk dan menurunkan kualitas air.
Memelihara ikan arwana memang membutuhkan komitmen dan perawatan ekstra, namun kepuasan melihat keindahan dan keanggunannya berenang di aquarium yang tertata apik sungguh tak ternilai. Dengan memahami kebutuhan dasar mereka, mulai dari ukuran aquarium, kualitas air, suhu, pencahayaan, hingga pakan, Anda dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi sang raja air tawar ini untuk tumbuh sehat dan memukau.