Visualisasi Penghormatan Manusia oleh Allah SWT.
Artinya: "Dan sungguh, Kami telah memuliakan Bani Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."
Ayat Al-Isra ayat 70 adalah salah satu ayat fundamental dalam Al-Qur'an yang menegaskan martabat luhur manusia (Bani Adam) yang dianugerahkan langsung oleh Allah SWT. Ayat ini bukan sekadar deskripsi, melainkan sebuah deklarasi universal mengenai status istimewa manusia di hadapan Sang Pencipta, terlepas dari ras, warna kulit, atau status sosial.
1. Pemuliaan (Takrim) yang Hakiki
Frasa "Wa laqad karramnā Banī Ādam" (Dan sungguh, Kami telah memuliakan Bani Adam) adalah inti penegasan. Kemuliaan ini bersifat inheren, diberikan sejak penciptaan. Kemuliaan ini diwujudkan melalui pemberian akal (rasio), kemampuan berpikir, kemampuan membedakan antara yang baik dan buruk (fitrah), serta kesempurnaan bentuk fisik yang tidak dimiliki makhluk lain. Inilah dasar filosofis mengapa perlakuan terhadap sesama manusia harus selalu menghormati harkatnya.
2. Kemampuan Menguasai Lingkungan
Ayat ini melanjutkan dengan menyebutkan, "Kami angkut mereka di darat dan di laut". Ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah membekali manusia dengan ilmu dan kemampuan untuk memanfaatkan alam. Dari menunggangi unta hingga mengendalikan kapal laut dan pesawat terbang, manusia diberi kemampuan untuk menjelajahi dan menguasai lingkungan fisik mereka, sebuah anugerah yang menempatkan mereka di atas banyak ciptaan lainnya.
3. Rezeki yang Baik (Thayyibat)
Pemberian rezeki yang baik-baik (makanan, minuman, pakaian) menunjukkan perhatian ilahi yang berkelanjutan. Kata "Thayyibat" tidak hanya berarti halal, tetapi juga mencakup hal-hal yang bersih, lezat, dan pantas bagi tubuh manusia yang mulia. Hal ini berbeda dengan bagaimana hewan diberi makan sebatas kebutuhan primer tanpa pertimbangan kebaikan kualitas.
4. Keunggulan Mutlak di Atas Mayoritas Makhluk
Puncak dari pemuliaan ini terletak pada klausa terakhir: "dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". Kelebihan ini adalah kombinasi dari akal, moralitas, spiritualitas, dan kemampuan eksplorasi. Namun, penting untuk dicatat bahwa kelebihan ini bersifat "atas kebanyakan", yang menyiratkan bahwa keunggulan ini tidak otomatis permanen jika manusia menyalahgunakannya.
Ketika seorang Muslim merenungkan ayat Al-Isra ayat 70, ia harus menyadari tanggung jawab yang menyertai kehormatan tersebut. Penghormatan yang diberikan Allah SWT harus tercermin dalam perilaku kita sehari-hari:
Intinya, ayat Al-Isra ayat 70 berfungsi sebagai pengingat abadi bahwa manusia memegang posisi istimewa di semesta ini, sebuah posisi yang seharusnya mendorong rasa syukur dan perilaku etis yang tinggi.