Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem (Baitul Maqdis) merupakan dua tempat paling mulia dan diberkahi dalam ajaran Islam. Keduanya memiliki kedudukan istimewa, terkait erat dalam sejarah kenabian, perjalanan spiritual umat, hingga penyebutan eksplisit dalam kitab suci Al-Qur'an. Memahami ayat-ayat yang mengisahkan tentang kedua masjid ini memberikan perspektif mendalam mengenai makna kesucian dan peran sentral keduanya bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Ilustrasi simbolis Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa
Ayat Tentang Masjidil Haram (Al-Ka'bah)
Masjidil Haram, yang didalamnya terdapat Ka'bah, adalah kiblat pertama umat Islam. Keberkahan dan kemuliaannya disebutkan secara jelas dalam Al-Qur'an, terutama terkait dengan ibadah haji dan umrah.
Surah Al-Baqarah Ayat 125
وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَاكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku', dan yang sujud."
Ayat ini menegaskan fungsi utama Baitullah (Rumah Allah) sebagai pusat spiritual yang memberikan rasa aman dan tempat kembali (masyabatan) bagi seluruh umat manusia. Ini adalah perintah langsung kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyucikan rumah tersebut.
Surah Ali 'Imran Ayat 96
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
Sesungguhnya rumah yang pertama sekali (diwajibkan) dibangun untuk (tempat ibadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
Ayat ini secara eksplisit menyebutkan bahwa bangunan pertama yang didirikan untuk ibadah manusia adalah yang terletak di Bakkah (Makkah), yaitu Masjidil Haram. Kata 'mubarak' (diberkati) dan 'hudal lil 'alamin' (petunjuk bagi seluruh alam) menunjukkan cakupan universal dari keberkahan yang dipancarkan dari Baitullah.
Ayat Tentang Masjidil Aqsa (Al-Quds)
Masjidil Aqsa, atau Baitul Maqdis, memiliki kedudukan agung sebagai kiblat kedua dan tempat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Keagungannya terungkap dalam konteks perjalanan malam suci.
Surah Al-Isra Ayat 1
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ini adalah ayat kunci yang menjelaskan peristiwa Isra' Mi'raj. Allah SWT memuji Diri-Nya sendiri karena telah membawa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Kata "Al-Masjidil Aqsa" (Masjid yang terjauh) adalah nama resminya. Frasa "yang telah Kami berkati sekelilingnya" menegaskan bahwa bukan hanya bangunan masjidnya, tetapi seluruh wilayah sekitarnya diberkahi oleh Allah SWT.
Konteks Berkah di Sekitar Masjidil Aqsa
Masjidil Aqsa dan wilayah sekitarnya sering dirujuk dalam Al-Qur'an sebagai tanah yang diberkahi (Al-Ardha Al-Muqaddasah) atau negeri Syam, yang menjadi lokasi para nabi terdahulu seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman AS membangun tempat ibadah mereka.
Kedudukan Bersama Dua Masjid Suci
Meskipun Masjidil Haram adalah kiblat utama, penyebutan Masjidil Aqsa dalam konteks Isra' Mi'raj menunjukkan hierarki spiritual yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan pusat sejarah kenabian. Masjidil Haram adalah titik awal perjalanan spiritual dari bumi menuju langit (Mi'raj), sementara Masjidil Aqsa adalah tujuan pertama perjalanan malam (Isra') di bumi setelah meninggalkan Mekkah.
Hubungan ini diperkuat oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa shalat di Masjidil Haram bernilai 100.000 kali lipat, dan shalat di Masjidil Aqsa bernilai 500 kali lipat dibandingkan shalat di masjid biasa. Kedua masjid ini, meskipun terpisah jarak ribuan kilometer, disatukan oleh tali keimanan dan diabadikan dalam firman Allah SWT, menjadikannya simbol kesatuan dan arah tujuan spiritual umat Islam.
Memahami ayat-ayat ini memberikan kita kesadaran bahwa sejarah Islam bukan hanya berpusat di satu titik, tetapi terentang antara dua titik suci utama yang saling melengkapi dalam narasi kenabian.