Surah Al-Anfal adalah surah ke-8 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 75 ayat. Surah ini merupakan surah Madaniyah, yang berarti diturunkan di Madinah. Nama "Al-Anfal" sendiri berarti "harta rampasan perang", yang diambil dari ayat pertama surah ini yang membahas tentang pembagian harta rampasan perang Badar. Surah ini memiliki kedalaman makna yang luar biasa, mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim, mulai dari tata kelola harta, etika perang, hingga pentingnya persatuan dan ketakwaan.
Sebagai surah Madaniyah, Al-Anfal banyak membahas tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat Islam di Madinah pasca hijrah, terutama terkait dengan perjuangan menegakkan agama dan negara. Beberapa tema sentral yang dibahas meliputi:
Berikut adalah beberapa bacaan ayat dari Surah Al-Anfal beserta terjemahannya, yang mencerminkan inti dari surah ini.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُوا۟ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Yasalūnakal anfaal(i), qulil anfaalu lillaahi war-rasuul(i), fattqullaaha wa asliḥuu dzaata bainikum wa aṭii'ullaaha wa rasuulahuu ing kuntum mu'miniin(a).
Mereka bertanya kepadamu tentang harta rampasan (anfal). Katakanlah: "Harta rampasan itu adalah milik Allah dan Rasul, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu; dan taatilah Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anfal: 1)
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ لِيَصُدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
Innalladziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu 'an sabiilillaah(i), fasayunfiquunahaa tsumma takuunu 'alaihim ḥasratan tsumma yughlabuun(a), walladziina kafaruu ilaa jahannama yuḥsyaruun(a).
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Maka mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan kemudian mereka akan dikalahkan. Dan kepada jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.
وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Wa a'idduu lahum mastath'tum min quwwatin wa min ribaaṭil khail(i), turhibuuna bihii 'aduwalllaahi wa 'aduwwakum wa aakhariina min duunihim laa ta'lamuunahum, allaahu ya'lamuhum. Wa maa tunfiquu min syai'in fii sabiilillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tuẓlamuun(a).
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa pun yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan (untuk persiapan perang), agar kamu menakut-nakuti dengan persiapan itu musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dirugikan.
Surah Al-Anfal memberikan pelajaran berharga bagi setiap Muslim. Keadilan dalam pembagian harta, pentingnya menjaga persaudaraan, keberanian dalam berjihad di jalan Allah, serta keharusan untuk selalu bertakwa dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah nilai-nilai universal yang relevan sepanjang masa. Memahami dan merenungkan ayat-ayat surah ini dapat membantu kita dalam mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan memperkuat ikatan spiritual kita.
Mempelajari Surah Al-Anfal berarti menyelami lebih dalam tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap dan bertindak dalam berbagai situasi, baik dalam kedamaian maupun ketika menghadapi ujian. Dengan memahami konteks historis dan makna mendalam dari setiap ayat, kita dapat mengambil hikmah yang akan membimbing langkah kita menuju keridhaan Allah SWT.