Pertanyaan mengenai besarnya alam semesta adalah salah satu misteri terbesar yang terus mendorong batas pemahaman manusia. Ketika kita menengadah ke langit malam yang jernih, kita melihat titik-titik cahaya yang tak terhitung jumlahnya. Namun, apa yang kita lihat hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kosmos. Untuk memahami skala ini, kita harus terlebih dahulu menerima bahwa konsep jarak dalam astronomi jauh melampaui pengalaman sehari-hari kita.
Dalam kehidupan normal, kita mengukur jarak dalam kilometer atau mil. Namun, ketika berbicara tentang bintang, kita menggunakan tahun cahaya—jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun, setara dengan sekitar 9,46 triliun kilometer. Jarak ini menjadi satuan yang relatif kecil ketika kita mulai menjelajahi galaksi.
Tata Surya kita, yang mencakup Matahari dan delapan planet, tampak luas dari sudut pandang kita. Planet terjauh, Neptunus, berjarak sekitar 4,5 miliar kilometer dari Matahari. Namun, jika kita mengukur dari tepi sistem kita—yaitu awan Oort—jaraknya sudah mencapai sekitar satu tahun cahaya. Ini adalah batas yang sangat tipis dalam konteks kosmik.
Melangkah keluar dari Tata Surya, kita memasuki wilayah antarbintang dan mencapai galaksi kita sendiri, Bima Sakti (Milky Way). Bima Sakti adalah pulau bintang raksasa yang berisi sekitar 100 hingga 400 miliar bintang. Diameter galaksi kita diperkirakan mencapai sekitar 100.000 tahun cahaya. Bayangkan, cahaya dari satu sisi galaksi membutuhkan waktu 100.000 tahun untuk mencapai sisi lainnya. Matahari kita terletak sekitar dua pertiga jalan dari pusat galaksi.
Bima Sakti hanyalah satu dari triliunan galaksi yang ada. Galaksi-galaksi ini tidak tersebar secara acak; mereka berkumpul dalam struktur yang lebih besar yang disebut gugus dan supergugus galaksi. Supergugus Laniakea, misalnya, adalah rumah bagi Bima Sakti dan diperkirakan mencakup lebih dari 100.000 galaksi. Gugus-gugus ini dipisahkan oleh ruang kosong yang luar biasa luas.
Jarak antar galaksi sering kali diukur dalam satuan megaparsec (satu megaparsec setara dengan sekitar 3,26 juta tahun cahaya). Beberapa galaksi tetangga terdekat, seperti Andromeda, berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari kita. Jika kita memvisualisasikan skala ini, Bima Sakti akan menjadi sekecil selembar kertas, dan jarak ke Andromeda akan menjadi beberapa sentimeter darinya. Namun, sebagian besar ruang antara galaksi adalah kekosongan yang nyaris sempurna.
Salah satu konsep kunci dalam memahami besarnya alam semesta adalah membedakan antara "alam semesta" secara keseluruhan dan "alam semesta teramati" (observable universe). Karena alam semesta memiliki usia terbatas (sekitar 13,8 miliar tahun) dan cahaya memiliki kecepatan terbatas, kita hanya dapat melihat objek yang cahayanya sempat mencapai Bumi sejak Big Bang.
Inilah yang disebut Horizon Kosmik. Karena alam semesta terus mengembang selama cahaya melakukan perjalanannya, objek terjauh yang cahayanya baru saja tiba saat ini diperkirakan berjarak sekitar 46,5 miliar tahun cahaya ke segala arah dari kita. Jarak ini lebih besar dari usia alam semesta (13,8 miliar tahun) karena ruang itu sendiri telah meregang selama miliaran tahun tersebut.
Lalu, seberapa besar alam semesta total? Fisikawan percaya bahwa alam semesta keseluruhan (yang mungkin tak terhingga) jauh lebih besar daripada alam semesta teramati. Data dari latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB) menunjukkan bahwa alam semesta secara keseluruhan sangat datar, yang menurut teori kosmologi berarti alam semesta itu mungkin tak terbatas ukurannya. Jika ia memang tak terbatas, maka besarnya alam semesta adalah sesuatu yang tidak dapat dihitung, sebuah konsep yang menantang intuisi kita.
Setiap penemuan baru, mulai dari galaksi yang lebih tua hingga struktur kosmik yang lebih besar, hanya menegaskan satu hal: kita berada di tempat yang sangat, sangat kecil dalam sebuah struktur yang maha luas dan terus berkembang. Kesadaran akan besarnya alam semesta ini bukan untuk membuat kita merasa kecil, melainkan untuk menumbuhkan rasa kagum yang mendalam terhadap kompleksitas dan keindahan kosmos tempat kita berada.