Pernikahan adalah momen sakral dan penuh kebahagiaan dalam kehidupan setiap pasangan. Setelah melalui berbagai prosesi adat dan keagamaan, langkah penting selanjutnya adalah mendaftarkan pernikahan Anda secara resmi ke negara. Salah satu dokumen krusial yang membuktikan keabsahan pernikahan Anda adalah Surat Nikah atau Akta Perkawinan yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil.
Banyak pasangan yang mungkin masih bingung mengenai prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat surat nikah di Catatan Sipil. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah agar proses pengurusan surat nikah berjalan lancar dan efisien. Memiliki surat nikah resmi bukan hanya sebagai bukti legalitas pernikahan, tetapi juga penting untuk berbagai keperluan administrasi di masa depan, seperti pembuatan Kartu Keluarga, akta kelahiran anak, pengurusan paspor, warisan, dan lain sebagainya.
Surat Nikah atau Akta Perkawinan adalah bukti autentik dan sah secara hukum mengenai terjadinya perkawinan antara dua individu. Dokumen ini memiliki fungsi vital, antara lain:
Persyaratan dapat sedikit bervariasi antar daerah atau kota, namun umumnya hal-hal berikut akan Anda butuhkan. Sangat disarankan untuk selalu memeriksa langsung ke Kantor Catatan Sipil setempat atau melalui situs web resmi mereka untuk mendapatkan informasi yang paling akurat.
Ini adalah dokumen utama yang menyatakan bahwa Anda akan melangsungkan pernikahan. Surat ini biasanya diperoleh dari Kelurahan/Desa tempat Anda berdomisili. Anda perlu melapor ke Ketua RT/RW setempat, kemudian ke Kelurahan/Desa untuk mendapatkan surat keterangan ini. Ada tiga jenis surat yang perlu diisi:
Siapkan akta kelahiran asli dari kedua calon mempelai. Bawalah juga fotokopinya sebagai kelengkapan dokumen.
KTP asli dan beberapa lembar fotokopi KTP dari kedua calon mempelai juga wajib dilampirkan. Pastikan KTP masih berlaku.
Sama seperti KTP, KK asli dan fotokopinya juga diperlukan untuk melengkapi data kependudukan.
Biasanya dibutuhkan beberapa pas foto terbaru dengan latar belakang warna tertentu (sesuai ketentuan Catatan Sipil setempat, seringkali berwarna biru atau merah). Ukuran pas foto yang umum adalah 2x3, 3x4, atau 4x6. Siapkan beberapa lembar untuk kebutuhan administrasi.
Jika Anda beragama Kristiani dan menikah di gereja, biasanya akan ada surat keterangan nikah dari gereja yang juga perlu dilampirkan. Untuk agama lain, siapkan dokumen terkait yang mungkin diminta oleh Catatan Sipil atau instansi terkait.
Bagi Anda atau pasangan yang pernah menikah sebelumnya dan kini berstatus janda atau duda, wajib menyertakan salinan Akta Perceraian yang telah dilegalisir.
Jika salah satu atau kedua calon mempelai berstatus sebagai anggota TNI, Polri, atau PNS, diperlukan surat izin tertulis dari atasan masing-masing.
Tergantung kebijakan daerah, terkadang ada dokumen tambahan seperti surat keterangan belum pernah menikah dari Kelurahan (jika tidak tercover dalam N1, N2, N4), atau surat persetujuan kedua belah pihak orang tua jika diperlukan.
Tips Penting:
Membuat surat nikah di Catatan Sipil memang membutuhkan persiapan dan kesabaran. Namun, dengan memahami persyaratan dan mengikuti langkah-langkah yang ada, proses ini akan menjadi lebih mudah. Segera urus surat nikah Anda setelah melangsungkan pernikahan agar legalitas dan hak-hak Anda sebagai pasangan suami istri terlindungi secara hukum.