Volume ejakulasi (air mani) bisa bervariasi antar individu dan dari waktu ke waktu. Meskipun volume yang normal berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter, banyak pria mencari cara untuk meningkatkan volume ini. Peningkatan volume seringkali diasosiasikan dengan peningkatan kesuburan dan kepuasan seksual. Untungnya, ada beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan yang terbukti secara ilmiah dapat membantu tubuh memproduksi cairan semen yang lebih banyak.
Ilustrasi peningkatan produksi cairan sehat.
Air mani sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi, bahkan yang ringan sekalipun, dapat secara signifikan mengurangi volume ejakulasi Anda. Pastikan Anda minum air yang cukup sepanjang hari. Dokter menyarankan untuk mengonsumsi setidaknya 8 gelas (sekitar 2 liter) air per hari, namun kebutuhan ini mungkin bertambah jika Anda berolahraga atau tinggal di lingkungan yang panas.
Beberapa nutrisi memainkan peran vital dalam kesehatan reproduksi pria dan produksi cairan semen:
Merokok telah terbukti dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma secara negatif. Zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, yang pada gilirannya dapat mengganggu fungsi ereksi dan produksi cairan seksual. Demikian pula, konsumsi alkohol berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, yang merupakan hormon utama dalam produksi sperma dan air mani.
Secara logis, jika Anda tidak berejakulasi selama periode waktu tertentu, volume ejakulasi berikutnya cenderung akan lebih banyak karena adanya akumulasi cairan. Memberi jeda antara satu ejakulasi dengan ejakulasi berikutnya (misalnya, 2-3 hari) seringkali menghasilkan volume yang lebih besar. Namun, terlalu lama menahan ejakulasi juga tidak disarankan karena dapat memengaruhi kualitas sperma.
Kelebihan berat badan, terutama obesitas, sering dikaitkan dengan kadar testosteron yang lebih rendah. Menjaga berat badan ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur dapat membantu menormalkan kadar hormon, yang kemudian mendukung produksi air mani yang optimal. Latihan kekuatan terbukti paling efektif dalam meningkatkan kadar testosteron alami.
Kualitas tidur sangat memengaruhi produksi hormon, termasuk testosteron. Kurang tidur kronis dapat menekan produksi hormon ini. Selain itu, stres tinggi dapat meningkatkan hormon kortisol, yang dapat menghambat fungsi seksual. Memastikan tidur 7-9 jam setiap malam dan menerapkan teknik manajemen stres sangat dianjurkan.
Testis memerlukan suhu sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh normal untuk memproduksi sperma secara efisien. Hindari mandi air panas terlalu lama, mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat, atau meletakkan laptop langsung di pangkuan untuk waktu yang lama. Menjaga area genital tetap sejuk membantu menjaga vitalitas sel reproduksi.
Meningkatkan volume air mani lebih berkaitan dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan daripada pil ajaib. Fokus pada hidrasi yang baik, asupan nutrisi seimbang kaya Zinc, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok adalah langkah paling efektif yang dapat Anda ambil. Jika Anda mengalami penurunan volume yang signifikan dan berkelanjutan disertai masalah lain, konsultasikan dengan dokter untuk menyingkirkan kondisi medis yang mendasarinya.