Mengontrol Ritme Adalah Kunci Kepuasan Bersama.
Banyak pria mencari cara untuk meningkatkan durasi hubungan seksual mereka. Keinginan agar ejakulasi tidak terjadi terlalu cepat seringkali menjadi topik diskusi penting dalam kesehatan seksual. Memahami pemicu dan menerapkan teknik yang tepat adalah langkah awal menuju kontrol yang lebih baik dan kepuasan seksual yang lebih panjang bagi Anda dan pasangan.
Ejakulasi dini (ED) bisa disebabkan oleh kombinasi faktor fisik dan psikologis. Mengenali akar masalahnya sangat membantu dalam menentukan strategi penanganan yang paling efektif. Beberapa penyebab umum meliputi:
Teknik-teknik ini melatih otak dan tubuh Anda untuk mengenali ambang batas ejakulasi. Konsistensi dalam latihan adalah kunci keberhasilan.
Ini adalah metode yang paling umum dan efektif. Lakukan rangsangan pada diri sendiri atau pasangan hingga Anda merasa hampir mencapai titik klimaks (titik tidak bisa kembali). Kemudian, segera hentikan semua stimulasi selama sekitar 30 detik hingga hasrat mencapai tingkat yang lebih terkontrol. Setelah itu, mulai lagi secara perlahan. Ulangi siklus ini tiga hingga empat kali sebelum mengizinkan ejakulasi terjadi.
Otot dasar panggul (pubococcygeal atau PC) berperan penting dalam mengontrol aliran urine dan ejakulasi. Untuk menemukan otot PC, coba hentikan aliran urine di tengah jalan. Latihannya adalah mengencangkan otot ini selama 3-5 detik, lalu rilekskan selama 3-5 detik. Lakukan beberapa set setiap hari. Otot yang kuat memberikan kontrol yang lebih baik saat mendekati klimaks.
Beberapa posisi seksual memberikan stimulasi yang lebih intens dibandingkan yang lain. Cobalah posisi di mana Anda memiliki kontrol lebih besar atas ritme dan kedalaman penetrasi, seperti posisi di mana wanita berada di atas (woman on top). Posisi ini memungkinkan Anda mengatur kecepatan dan mengurangi rangsangan langsung yang berlebihan.
Stamina seksual seringkali berkorelasi langsung dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meningkatkan kualitas hidup Anda dapat memberikan dampak positif pada durasi hubungan.
Jika metode perilaku tidak memberikan hasil signifikan, beberapa opsi medis mungkin dipertimbangkan di bawah pengawasan profesional kesehatan.
Krim atau Semprotan Anestesi Lokal: Produk yang mengandung lidokain atau benzokain dapat diterapkan pada penis sebelum berhubungan untuk mengurangi sensitivitas. Penggunaannya harus hati-hati agar tidak menransfer sensasi mati rasa kepada pasangan.
Obat Resep: Dokter mungkin meresepkan antidepresan tertentu (seperti SSRI) yang memiliki efek samping berupa penundaan ejakulasi. Ini biasanya digunakan jika masalahnya terkait erat dengan masalah suasana hati.