Menggunakan bahan-bahan alami sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit semakin populer. Salah satu ramuan tradisional yang diyakini memiliki segudang manfaat adalah toner yang terbuat dari pare (Momordica charantia) dan air mawar. Pare dikenal kaya akan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi, sementara air mawar berfungsi melembapkan dan menenangkan kulit.
Membuat toner sendiri di rumah memberikan keuntungan besar: Anda tahu persis apa yang masuk ke kulit Anda, menghindari bahan kimia keras, pengawet, atau pewangi buatan yang sering ditemukan dalam produk komersial. Berikut adalah panduan langkah demi langkah mengenai cara membuat toner pare dan air mawar yang efektif.
Mengapa Pare dan Air Mawar?
Kombinasi kedua bahan ini sangat powerful:
- Pare (Bitter Melon): Pare mengandung vitamin C, vitamin A, dan sifat antibakteri yang kuat. Ini sangat bermanfaat bagi kulit yang rentan berjerawat karena dapat membantu membersihkan pori-pori, mengurangi peradangan, dan melawan bakteri penyebab jerawat.
- Air Mawar: Air mawar adalah humektan alami yang ringan dan memiliki pH yang seimbang. Ia membantu mengencangkan pori-pori, menyeimbangkan kadar minyak, dan memberikan efek menenangkan instan, terutama untuk kulit sensitif atau kemerahan.
Perhatian Penting: Pare memiliki rasa yang sangat pahit. Meskipun digunakan untuk kulit, selalu lakukan patch test (uji coba pada area kecil kulit) sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau iritasi.
Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat toner ini, Anda hanya memerlukan dua bahan utama:
- 1 buah pare ukuran sedang (pilih yang masih segar).
- 100 ml air mawar murni (pastikan tanpa alkohol tambahan).
- Opsional: 1 sendok teh gel lidah buaya murni (untuk ekstra hidrasi).
Langkah-Langkah Membuat Toner Pare dan Air Mawar
1. Persiapan Pare
Cuci bersih pare di bawah air mengalir. Potong pare menjadi beberapa bagian kecil. Sangat penting untuk membuang biji dan bagian putih yang berada di tengah pare, karena bagian tersebut seringkali mengandung senyawa paling pahit.
2. Proses Ekstraksi Sari Pare
Ada dua metode utama untuk mendapatkan sarinya:
- Metode Blender (Lebih Cepat): Masukkan potongan pare ke dalam blender bersama sedikit air matang (sekitar 50 ml) agar mudah dihaluskan. Blender hingga menjadi bubur halus.
- Proses Penyaringan: Setelah diblender, saring bubur pare menggunakan kain kasa tipis atau saringan teh yang sangat halus. Tekan-tekan ampasnya hingga semua cairan keluar. Cairan inilah yang kita butuhkan.
3. Pencampuran dengan Air Mawar
Setelah mendapatkan sari pare yang jernih (atau sedikit keruh), campurkan cairan tersebut dengan air mawar.
- Campurkan 3 sendok makan (sekitar 45 ml) sari pare dengan 100 ml air mawar.
- Jika Anda menggunakan lidah buaya, masukkan 1 sendok teh gel lidah buaya ke dalam campuran, aduk hingga larut sempurna.
- Aduk rata semua bahan hingga tercampur homogen.
4. Penyimpanan Toner
Pindahkan larutan toner ke dalam botol kaca bersih yang kedap udara. Karena toner ini dibuat tanpa pengawet, sangat disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas. Toner alami ini biasanya memiliki masa simpan sekitar 1 hingga 2 minggu jika disimpan dingin.
Cara Penggunaan Toner Pare dan Air Mawar
Gunakan toner ini setelah membersihkan wajah pada pagi dan malam hari:
- Kocok botol toner sebentar sebelum digunakan.
- Tuang sedikit toner pada kapas kecantikan.
- Usapkan kapas dengan lembut ke seluruh wajah dan leher, hindari area mata.
- Biarkan toner meresap selama satu hingga dua menit. Tidak perlu dibilas.
- Lanjutkan dengan pelembap atau serum favorit Anda.
Konsistensi adalah kunci keberhasilan dalam perawatan kulit alami. Meskipun pada awalnya Anda mungkin mencium bau khas pare, aroma tersebut akan cepat hilang setelah air mawar menyeimbangkan komposisi. Dengan pemakaian rutin, toner ini dapat membantu menjaga kulit tetap bersih, segar, dan bebas dari minyak berlebih.