Kualitas dan kuantitas sperma adalah faktor penting dalam kesuburan pria. Banyak pria yang mencari cara alami untuk meningkatkan "aliran" mereka, yang berarti meningkatkan volume, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma. Proses produksi sperma membutuhkan waktu sekitar 70 hingga 90 hari, sehingga perubahan gaya hidup yang Anda lakukan hari ini akan mulai menunjukkan hasil dalam beberapa bulan mendatang.
Diet memainkan peran fundamental dalam mendukung kesehatan reproduksi. Beberapa nutrisi terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan produksi dan kesehatan sperma:
Testis perlu dijaga pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh inti agar produksi sperma optimal. Suhu yang terlalu panas adalah salah satu penghambat utama kelancaran sperma:
Obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan produksi estrogen, yang berdampak negatif pada kualitas sperma. Olahraga moderat membantu:
Lakukan aktivitas fisik secara rutin, namun hindari olahraga yang terlalu ekstrem atau yang menyebabkan peningkatan panas berlebihan di area selangkangan (misalnya bersepeda jarak sangat jauh dengan sadel yang salah) karena dapat memberikan tekanan fisik jangka panjang.
Lingkungan hidup modern sering kali penuh dengan zat yang berpotensi merusak kesuburan. Beberapa zat yang perlu dihindari atau dikurangi secara signifikan:
Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, hormon yang dapat menekan produksi testosteron. Temukan teknik relaksasi yang paling cocok untuk Anda, seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menenangkan. Selain itu, tidur berkualitas (7-9 jam per malam) sangat penting karena sebagian besar regulasi hormon terjadi saat Anda beristirahat.
Jika Anda telah menerapkan perubahan gaya hidup ini selama beberapa bulan namun masih mengalami kesulitan atau kekhawatiran mengenai jumlah sperma, berkonsultasi dengan ahli urologi adalah langkah terbaik selanjutnya untuk mendapatkan evaluasi dan saran medis yang spesifik.