Simbol kimia air raksa (Hg)
Air raksa, yang juga dikenal sebagai merkuri, adalah unsur kimia dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Ia adalah satu-satunya unsur logam yang berwujud cair pada suhu dan tekanan standar. Keunikan sifat fisiknya ini membuatnya menarik untuk dipelajari dan digunakan dalam berbagai aplikasi, meskipun perlu diingat bahwa air raksa adalah zat beracun yang membutuhkan penanganan sangat hati-hati. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai cara mendapatkan atau 'membuat' air raksa, namun penting untuk digarisbawahi bahwa proses ini sangat berbahaya dan tidak disarankan untuk dilakukan di rumah atau tanpa peralatan dan pengetahuan yang memadai.
Sebelum membahas 'pembuatannya', mari kita pahami apa itu air raksa. Air raksa murni adalah logam berwarna perak mengkilap, sangat berat, dan memiliki tekanan uap yang cukup tinggi bahkan pada suhu kamar. Uap air raksa sangat beracun jika terhirup.
Air raksa di alam tidak ditemukan dalam bentuk murni, melainkan terikat dalam senyawa mineral. Sumber utama air raksa adalah bijih cinnabar (merkuri(II) sulfida, HgS). Cinnabar adalah mineral berwarna merah terang yang sering ditemukan di daerah vulkanik atau dekat sumber air panas.
Secara tradisional dan industri, air raksa diperoleh melalui proses pemanasan bijih cinnabar dalam kondisi tertentu. Proses ini pada dasarnya adalah reaksi kimia yang memisahkan merkuri dari belerang.
Langkah pertama adalah mengekstraksi bijih cinnabar dari dalam tanah. Cinnabar dapat ditambang melalui metode terbuka atau bawah tanah, tergantung pada kedalaman dan konsentrasi deposit.
Bijih cinnabar kemudian dihaluskan dan dipanaskan pada suhu tinggi (sekitar 500-600 °C) di dalam tungku atau retort. Pemanasan ini dilakukan di hadapan udara (oksigen).
Reaksi kimianya adalah sebagai berikut:
HgS(s) + O₂(g) → Hg(g) + SO₂(g)
Dalam reaksi ini, merkuri(II) sulfida bereaksi dengan oksigen menghasilkan gas merkuri (Hg) dan gas sulfur dioksida (SO₂).
Gas merkuri yang panas kemudian dialirkan melalui serangkaian pipa atau kondensor yang didinginkan. Saat gas merkuri mendingin, ia akan berubah wujud kembali menjadi cairan dan dikumpulkan.
Gas sulfur dioksida yang dihasilkan juga merupakan gas berbahaya dan harus dikelola dengan baik untuk mencegah polusi udara.
Air raksa yang diperoleh dari proses kondensasi mungkin masih mengandung pengotor. Pemurnian lebih lanjut dapat dilakukan, misalnya melalui distilasi berulang atau perlakuan kimia tertentu, untuk mendapatkan air raksa dengan kemurnian tinggi.
Meskipun proses di atas terdengar sederhana secara konseptual, pelaksanaannya sangatlah berbahaya:
Penting untuk diingat bahwa penggunaan air raksa telah dibatasi secara ketat di banyak negara karena risiko kesehatan dan lingkungannya. Banyak produk yang dulunya menggunakan air raksa, seperti termometer dan lampu neon, kini telah diganti dengan alternatif yang lebih aman.
Jika Anda membutuhkan air raksa untuk keperluan laboratorium atau penelitian yang sah, cara paling aman dan direkomendasikan adalah dengan membelinya dari pemasok bahan kimia terkemuka. Pemasok ini akan memastikan air raksa dikemas, dikirim, dan disimpan sesuai dengan standar keselamatan yang ketat.
Pastikan Anda memahami sepenuhnya prosedur penanganan, penyimpanan, dan pembuangan limbah air raksa yang aman. Gunakan selalu APD yang sesuai, seperti sarung tangan tahan kimia, pelindung mata, dan bekerja di area dengan ventilasi yang sangat baik (misalnya, lemari asam).
Secara teoritis, air raksa dapat diperoleh dari bijih cinnabar melalui proses pemanasan dan kondensasi. Namun, proses ini sangat berbahaya dan kompleks, melibatkan zat-zat beracun dan suhu tinggi. Oleh karena itu, cara 'membuat' air raksa yang aman dan bertanggung jawab adalah dengan mendapatkannya dari sumber yang terpercaya dan menggunakan prosedur penanganan yang sesuai dengan standar keselamatan internasional. Keselamatan diri dan lingkungan harus selalu menjadi prioritas utama.