Memiliki aquarium yang indah bukan hanya tentang ikan-ikan cantik, tetapi juga tentang dekorasi yang menarik. Hiasan aquarium yang tepat dapat menciptakan ekosistem mini yang memukau dan nyaman bagi penghuni air. Jika Anda ingin memberikan sentuhan personal dan menghemat biaya, membuat hiasan aquarium sendiri adalah pilihan yang tepat. Artikel ini akan memandu Anda melalui beberapa cara membuat hiasan aquarium yang mudah, aman, dan tentu saja, unik.
Sebelum memulai proyek pembuatan hiasan aquarium, hal terpenting adalah memastikan semua material yang digunakan aman untuk ekosistem air dan penghuninya. Hindari penggunaan material yang mengandung zat kimia berbahaya, cat yang tidak aman untuk akuarium, atau benda tajam yang dapat melukai ikan. Material seperti batu alam, kayu apung yang sudah diolah, atau keramik khusus akuarium adalah pilihan yang aman. Jika Anda menggunakan benda-benda dari luar, pastikan sudah dibersihkan dengan benar dan direndam dalam air sebelum dimasukkan ke dalam aquarium.
Daur ulang adalah cara yang cerdas untuk menciptakan hiasan aquarium yang unik dan ramah lingkungan. Banyak barang rumah tangga yang bisa disulap menjadi dekorasi menarik. Berikut beberapa ide:
Botol plastik bekas yang bersih atau guci keramik kecil yang sudah tidak terpakai bisa menjadi tempat persembunyian favorit bagi ikan. Pastikan untuk membersihkan botol plastik secara menyeluruh dan membuang labelnya. Potong bagian atas atau samping botol untuk membuat pintu masuk. Untuk guci keramik, pastikan tidak ada bagian yang pecah atau tajam di dalamnya.
Pipa PVC ukuran kecil yang aman untuk akuarium bisa dipotong dan dirangkai menjadi terowongan atau struktur yang menarik. Pastikan pipa benar-benar bersih dan halus di setiap sisinya. Anda bisa merekatkan beberapa pipa PVC untuk membuat struktur yang lebih kompleks. Pastikan tidak ada lem yang terekspos ke air.
Tempurung kelapa yang sudah dibersihkan dan dikeringkan bisa memberikan nuansa tropis pada aquarium Anda. Anda bisa membiarkannya utuh sebagai tempat persembunyian, atau membelahnya menjadi dua. Pastikan tidak ada bagian serabut yang rapuh yang bisa mengotori air.
Batu dan kayu adalah elemen dekoratif klasik yang selalu memberikan kesan alami pada aquarium. Namun, tidak semua batu dan kayu aman untuk digunakan.
Pilihlah batu yang tidak bereaksi dengan air. Batu seperti batu pasir, batu lava, atau batu slate umumnya aman. Hindari batu yang memiliki guratan mineral berwarna-warni yang bisa mengubah pH air. Selalu bersihkan batu dengan cara digosok dan direndam beberapa kali sebelum dimasukkan ke dalam aquarium.
Kayu apung yang sudah tua dan kering sangat cocok untuk aquarium. Kayu jenis ini biasanya tidak larut dan tidak mengubah kualitas air secara drastis. Sebelum digunakan, kayu apung perlu direbus untuk membunuh bakteri dan jamur, serta untuk membantu kayu tenggelam.
Setelah hiasan selesai dibuat dan dimasukkan ke dalam aquarium, penting untuk memantau kondisi air. Perhatikan apakah ada perubahan warna air yang drastis, atau tanda-tanda stres pada ikan Anda. Lakukan penggantian air secara rutin. Jika Anda membuat hiasan dari bahan yang tidak pasti keamanannya, lebih baik menguji coba terlebih dahulu dengan memasukkannya ke dalam wadah berisi air terpisah selama beberapa hari sebelum dimasukkan ke dalam aquarium utama.