Ilustrasi: Fokus pada kontrol dan manajemen.
Ejakulasi adalah proses alami dan penting dalam fungsi reproduksi pria. Namun, dalam konteks tertentu—seperti saat melakukan aktivitas non-reproduktif, atau bagi mereka yang ingin meningkatkan durasi hubungan intim—memahami cara mengelola atau mencegah ejakulasi menjadi topik yang relevan. Penting untuk digarisbawahi bahwa pembahasan ini berfokus pada kontrol sadar dan bukan pada kondisi medis tertentu.
Ejakulasi terjadi dalam dua tahap utama: emisi (pergerakan sperma ke uretra) dan ekspulsi (pengeluaran cairan mani dari penis). Untuk mencegah ejakulasi yang tidak diinginkan, seringkali tujuannya adalah menunda atau menghentikan stimulasi pada titik di mana refleks ejakulasi terpicu.
Mengontrol reaksi tubuh terhadap rangsangan seksual memerlukan latihan dan kesadaran penuh terhadap sinyal yang diberikan oleh tubuh Anda. Beberapa teknik yang umum digunakan antara lain:
Ini adalah salah satu metode yang paling sering direkomendasikan untuk melatih kontrol. Caranya adalah dengan meningkatkan tingkat gairah hingga mendekati ambang batas ejakulasi, kemudian segera menghentikan semua stimulasi (atau mengurangi intensitasnya secara drastis) hingga gairah sedikit menurun. Setelah beberapa saat, stimulasi dapat dilanjutkan. Mengulangi proses ini beberapa kali membantu tubuh mengenali dan mengabaikan sinyal ‘point of no return’.
Teknik ini melibatkan pencetan ringan namun tegas pada area di antara skrotum dan anus (perineum), atau tepat di bawah kepala penis, segera setelah Anda merasa akan mencapai klimaks. Tekanan ini dipercaya dapat mengurangi dorongan ejakulasi sementara waktu, memberi Anda jeda untuk mengendalikan napas dan fokus.
Ketegangan otot dan pernapasan cepat seringkali mempercepat ejakulasi. Ketika Anda merasa gairah memuncak, fokuslah untuk mengambil napas dalam-dalam dan perlahan, tarik perut Anda ke dalam saat menarik napas, dan rilekskan semua otot, terutama otot panggul. Pernapasan yang tenang membantu menurunkan tingkat kegembiraan tubuh.
Meskipun latihan Kegel lebih dikenal untuk memperkuat ereksi, memperkuat otot pubococcygeus (PC) juga dapat memberikan kontrol lebih besar terhadap kontraksi yang menyebabkan ejakulasi. Latih otot ini dengan cara mengencangkannya seolah-olah Anda sedang mencoba menghentikan aliran urine, tahan sebentar, lalu lepaskan. Lakukan secara rutin, terlepas dari aktivitas seksual.
Pikiran memainkan peran besar dalam respons seksual. Kecemasan kinerja, rasa gugup, atau terlalu banyak fokus pada hasil akhir dapat justru mempercepat ejakulasi.
Jika upaya mandiri untuk mengendalikan atau menunda ejakulasi selalu gagal, atau jika Anda mengalami kondisi seperti ejakulasi dini (PE) yang mengganggu kehidupan Anda secara konsisten, berkonsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah bijak. Dokter mungkin akan menyarankan terapi perilaku, konseling, atau dalam beberapa kasus, pengobatan medis yang bertujuan memodulasi respons saraf.
Mengontrol atau menunda ejakulasi adalah keterampilan yang membutuhkan kesabaran dan latihan. Ingatlah bahwa setiap tubuh merespons berbeda, dan konsistensi dalam menerapkan teknik adalah kunci keberhasilan jangka panjang.