Konsultasi medis adalah langkah pertama yang penting.
Kondisi di mana air mani tidak keluar atau keluar sangat sedikit saat ejakulasi dikenal dalam dunia medis sebagai anejakulasi atau ejakulasi retrograde (air mani masuk kembali ke kandung kemih). Ini bisa menjadi masalah yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pria, terutama terkait kesuburan dan kepuasan seksual. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari faktor psikologis hingga masalah fisik yang memerlukan penanganan medis.
Mengatasi masalah ini memerlukan pemahaman yang jelas mengenai akar permasalahannya. Berikut adalah langkah-langkah umum dan solusi yang bisa dipertimbangkan untuk mengatasi air mani tidak keluar.
Langkah pertama dalam penanganan adalah mengetahui mengapa ejakulasi menjadi kering. Penyebabnya sering kali jatuh dalam beberapa kategori:
Jika kondisi ini berlangsung lama dan mengganggu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau, lebih spesifik lagi, seorang urolog. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, yang mungkin meliputi:
Jika dokter mengidentifikasi bahwa obat yang Anda konsumsi adalah penyebabnya, penyesuaian dosis atau penggantian jenis obat mungkin direkomendasikan. Jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa arahan dari dokter yang meresepkannya.
Untuk anejakulasi yang berakar dari stres atau kecemasan, terapi bisa sangat membantu. Konseling dengan psikolog atau terapis seks dapat mengajarkan teknik relaksasi, meningkatkan komunikasi dengan pasangan, dan mengatasi kecemasan kinerja yang menghambat respons fisik.
Jika diagnosis menunjukkan ejakulasi retrograde, fokusnya adalah menutup katup leher kandung kemih agar air mani tidak kembali. Dokter mungkin meresepkan obat seperti pseudoephedrine atau imipramine yang dapat membantu mengencangkan katup tersebut. Keberhasilan pengobatan ini sering kali membantu memulihkan ejakulasi normal atau setidaknya memungkinkan pengambilan sperma untuk prosedur kesuburan.
Dalam beberapa kasus ringan, stimulasi yang lebih intens atau variasi teknik masturbasi/hubungan seksual dapat membantu memicu orgasme yang menghasilkan ejakulasi. Pastikan Anda merasa rileks dan fokus pada sensasi, bukan pada hasil akhir (ejakulasi).
Apabila penyebab fisologis tidak dapat diperbaiki, terutama pada pria yang mengalami kerusakan saraf parah, fokus mungkin beralih pada pembuahan (jika pasangan ingin memiliki anak).
Mengatasi air mani yang tidak keluar adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan diagnosis yang tepat. Dengan bantuan profesional medis, banyak kasus anejakulasi dapat dikelola atau disembuhkan, memungkinkan pria untuk kembali menikmati fungsi seksual yang normal dan mengatasi kekhawatiran akan kesuburan.