Ilustrasi peringatan kondisi medis
Sperma berwarna merah, atau kondisi yang dikenal secara medis sebagai hematospermia, adalah situasi yang seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi pria. Warna merah atau kecoklatan pada air mani disebabkan oleh adanya darah. Meskipun kondisi ini seringkali bersifat sementara dan tidak berbahaya, mengetahui penyebab dan langkah penanganannya sangat penting untuk memastikan kesehatan reproduksi Anda.
Ini adalah penyebab paling umum, terutama pada pria muda. Aktivitas seksual yang intens atau masturbasi yang terlalu kasar dapat menyebabkan robekan kecil atau iritasi pada saluran ejakulasi, prostat, atau kandung mani. Biasanya, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Infeksi bakteri atau virus pada uretra, epididimis, atau prostat (seperti prostatitis atau epididimitis) dapat menyebabkan peradangan dan pembuluh darah pecah, sehingga darah bercampur dengan air mani. Gejala lain yang mungkin menyertai termasuk nyeri saat ejakulasi, demam, atau kesulitan buang air kecil.
Kelenjar prostat sangat rentan terhadap peradangan (prostatitis) atau pembesaran jinak (BPH - Benign Prostatic Hyperplasia). Kedua kondisi ini dapat memicu keluarnya darah dalam air mani.
Adanya kista (kantong berisi cairan) atau batu pada saluran ejakulasi dapat menyebabkan sumbatan dan pendarahan ringan saat ejakulasi.
Pada kasus yang lebih jarang, hematospermia bisa disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, seperti varikokel (pembengkakan vena di skrotum) yang memengaruhi area sekitar prostat.
Meskipun jarang, darah dalam air mani bisa menjadi gejala awal kanker prostat, kanker testis, atau kanker kandung mani. Inilah mengapa pemeriksaan medis diperlukan, terutama jika kondisi ini berulang atau disertai gejala lain.
Meskipun sering hilang sendiri, Anda wajib mencari evaluasi medis jika:
Ketika Anda mengunjungi dokter (biasanya dokter umum atau urolog), mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh. Ini mungkin melibatkan:
Jika ditemukan infeksi, antibiotik akan diresepkan. Jika masalahnya adalah peradangan kronis, dokter mungkin menyarankan obat anti-inflamasi. Tujuannya adalah mengidentifikasi sumber pendarahan dan mengobatinya secara spesifik. Mengabaikan hematospermia berulang tanpa diagnosis adalah langkah yang kurang bijak, meskipun dalam sebagian besar kasus, sperma merah hanyalah 'alarm palsu' sementara dari sistem reproduksi Anda.