Keluarnya sperma secara tidak disengaja, seringkali saat tidur (dikenal sebagai emisi nokturnal atau mimpi basah), adalah fenomena yang sangat umum terjadi pada pria, terutama selama masa pubertas dan dewasa muda. Meskipun seringkali membuat cemas, dalam banyak kasus, ini adalah bagian normal dari fungsi biologis tubuh. Namun, jika frekuensinya terasa mengganggu kualitas hidup atau tidur, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengelolanya.
Pelepasan sperma tanpa rangsangan seksual eksplisit sering kali disebabkan oleh penumpukan cairan mani di dalam epididimis dan vas deferens. Tubuh memiliki mekanisme alami untuk melepaskan kelebihan cairan ini. Penyebab umum meliputi:
Jika Anda merasa sperma keluar terlalu sering dan mengganggu, fokus utamanya adalah manajemen gaya hidup dan kebersihan seksual yang sehat. Berikut adalah beberapa cara praktis yang dapat dicoba:
Beberapa ahli menyarankan bahwa makanan tertentu dapat memengaruhi hasrat seksual dan tingkat energi tubuh. Meskipun buktinya ilmiahnya beragam, mengatur asupan dapat membantu:
Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi frekuensi emisi nokturnal adalah dengan memastikan pelepasan terjadi pada waktu yang Anda kontrol, yaitu melalui masturbasi atau aktivitas seksual di awal malam.
Melakukan masturbasi beberapa jam sebelum tidur dapat membantu "mengosongkan" saluran, sehingga mengurangi kemungkinan pelepasan yang tidak disengaja saat Anda sedang tidur lelap. Ini mengembalikan keseimbangan alami tubuh.
Lingkungan tidur Anda memainkan peran besar. Tekanan fisik pada area genital adalah pemicu yang sering terlewatkan:
Stres dan kecemasan dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi fungsi seksual. Menerapkan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan dapat membantu:
Lakukan latihan pernapasan dalam, meditasi singkat, atau membaca buku yang menenangkan sekitar 30 menit sebelum mencoba tidur. Tujuannya adalah menurunkan tingkat stres keseluruhan tubuh.
Sangat penting untuk menekankan bahwa sperma keluar sendiri adalah normal. Namun, jika kondisi ini terjadi hampir setiap malam, menyebabkan kelelahan ekstrem, mengganggu pasangan, atau disertai rasa sakit, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Dokter dapat menyingkirkan kondisi medis lain atau memberikan saran yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi fisik Anda.
Secara umum, dengan menerapkan pengelolaan gaya hidup di atas, mayoritas pria dapat merasakan penurunan frekuensi keluarnya sperma yang tidak diinginkan, kembali menikmati tidur yang nyenyak dan berkualitas.