Ilustrasi hari kegoncangan bumi
Surat Al-Zalzalah (atau Az-Zalzalah) adalah surat ke-99 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat ini tergolong surat Madaniyyah dan memiliki jumlah 8 ayat. Nama surat ini diambil dari kata 'Zalzalah' yang berarti kegoncangan atau guncangan hebat, merujuk pada gambaran hari kiamat yang disajikan di ayat-ayat awalnya.
Memahami teks aslinya dalam bahasa Arab sangat penting, namun bagi non-penutur Arab, membaca transliterasi Latinnya (Al Zalzalah Latinnya) sangat membantu dalam membaca dan menghafal. Berikut adalah lafal latin, teks Arab, dan terjemahan singkat dari setiap ayat.
Berikut adalah susunan ayat 1 hingga 8 Surat Al-Zalzalah:
Surat Al-Zalzalah memiliki fokus utama pada gambaran kengerian dan kebenaran Hari Kiamat. Ayat-ayat pertama menggambarkan peristiwa fisik dahsyat ketika bumi mengalami guncangan terakhir yang memicu keluarnya semua yang terpendam di dalamnya.
Poin penting kedua dari surat ini adalah akuntabilitas total. Ayat 6 menegaskan bahwa semua manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan setiap amal perbuatannya. Tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apapun (seberat zarrah), yang terlewatkan dari catatan Allah SWT.
Penekanan pada "zarrah" (sebutir atom atau partikel terkecil) ini berfungsi sebagai peringatan keras. Kebaikan sekecil apapun akan mendapatkan balasan setimpal, begitu pula keburukan sekecil apa pun akan dibalas setimpal. Hal ini menekankan pentingnya setiap detik kehidupan di dunia sebagai ladang amal.
Meskipun Al-Zalzalah hanya terdiri dari delapan ayat, ia mengandung peringatan yang sangat kuat mengenai akhir zaman dan pertanggungjawaban akhirat. Para ulama sering menggarisbawahi bahwa surat ini setara dengan separuh Al-Qur'an dalam konteks peringatan kiamat, sebab ia mencakup skala peristiwa yang luar biasa besar.
Membaca surat ini secara rutin dapat membantu seorang Muslim untuk selalu waspada dan mawas diri terhadap perbuatannya sehari-hari. Pemahaman mendalam mengenai "Al Zalzalah Latinnya" memudahkan mereka yang sedang belajar membaca Al-Qur'an untuk cepat mengenali lafal ayat yang menggambarkan peristiwa besar tersebut. Dengan demikian, motivasi untuk berbuat baik akan semakin meningkat, mengingat tidak ada perbuatan baik atau buruk yang luput dari perhitungan di hadapan Allah SWT.