Aquarium Channa yang sehat membutuhkan perawatan rutin, dan salah satu bagian terpenting dari perawatan tersebut adalah pengurasan air secara berkala. Channa, dengan sifat predatornya dan kebutuhan akan kualitas air yang baik, sangat sensitif terhadap penumpukan amonia dan nitrit. Menguras air aquarium tidak hanya menjaga kejernihan air, tetapi juga krusial untuk mencegah penyakit dan memastikan Channa kesayangan Anda tumbuh dengan baik dan sehat.
Sama seperti ikan hias lainnya, kotoran yang dihasilkan oleh Channa, sisa makanan yang tidak termakan, serta debris organik lainnya akan terurai di dalam aquarium. Proses dekomposisi ini menghasilkan senyawa berbahaya seperti amonia, yang sangat beracun bagi ikan. Bakteri baik dalam filter aquarium akan mengubah amonia menjadi nitrit, yang juga masih beracun, lalu menjadi nitrat. Meskipun nitrat tidak seberbahaya amonia dan nitrit, kadar nitrat yang tinggi juga dapat memicu pertumbuhan alga berlebih dan stres pada ikan.
Pengurasan air secara rutin (water change) adalah metode paling efektif untuk menurunkan kadar nitrat, serta menghilangkan racun lain yang mungkin menumpuk. Selain itu, pengurasan air juga membantu mengganti mineral yang terpakai oleh ikan dan flora di dalam aquarium.
Frekuensi pengurasan air sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk:
Sebagai panduan umum, untuk aquarium Channa, disarankan untuk melakukan pengurasan air sebanyak 10-25% dari total volume air setiap 3-7 hari sekali. Untuk aquarium yang baru diisi atau memiliki beban biologis tinggi, frekuensi ini bisa ditingkatkan.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk melakukan pengurasan air yang aman bagi aquarium Channa Anda:
Sebelum memulai proses pengurasan, pastikan Anda mematikan semua peralatan listrik seperti filter, heater, dan lampu aquarium untuk menghindari kerusakan akibat kekurangan air atau sengatan listrik.
Gunakan selang siphon (water siphon) untuk menyedot air dari aquarium. Siphon ini biasanya memiliki ujung yang lebih kecil untuk membersihkan dasar aquarium. Saat menyiphon, arahkan ujung selang ke dasar aquarium untuk menyedot kotoran yang mengendap di substrat. Jangan menguras terlalu banyak air sekaligus; targetkan 10-25% dari total volume.
Jika terdapat penumpukan alga atau kotoran yang sangat membandel pada dekorasi (kayu, batu, atau tanaman artifisial), Anda bisa mengeluarkannya sebentar dan membersihkannya menggunakan sikat lembut dan air bekas kurasan aquarium. Hindari penggunaan sabun atau bahan kimia pembersih. Jika Anda memiliki tanaman hidup, biarkan saja mereka di dalam aquarium.
Tuangkan air pengganti yang sudah disiapkan secara perlahan ke dalam aquarium. Hindari menuangkan langsung ke arah Channa untuk mengurangi stres. Anda bisa mengarahkannya ke dinding aquarium atau dekorasi.
Setelah air pengganti masuk dan volume air kembali normal, nyalakan kembali semua peralatan yang sebelumnya dimatikan.
Pastikan semua peralatan berfungsi dengan baik dan suhu air sudah stabil.
Selain pengurasan air yang rutin, beberapa aspek lain dari perawatan Channa juga penting:
Dengan mengikuti panduan cara menguras aquarium Channa ini dan menerapkan praktik perawatan yang baik, Anda akan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan stabil bagi Channa Anda, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, aktif, dan menampilkan keindahan alaminya.