Cara Menulis Aksara Murda: Panduan Lengkap dan Mudah

AKSARA MURDA
Ilustrasi Aksara Murda

Aksara Murda, atau sering juga disebut aksara murtala, adalah salah satu fitur menarik dalam penulisan aksara Jawa (Hanacaraka). Aksara ini memiliki kekhususan tersendiri, yaitu digunakan untuk menuliskan huruf kapital atau sebagai penekanan pada awal kata yang memiliki kedudukan penting. Memahami cara menulis Aksara Murda dengan benar bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang keakuratan dalam menyampaikan makna. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara menulis Aksara Murda, meliputi pengertian, fungsi, aturan penulisan, hingga contoh-contohnya.

Apa Itu Aksara Murda?

Secara harfiah, "murda" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "kepala" atau "mulia". Dalam konteks aksara Jawa, Aksara Murda adalah aksara pilihan yang memiliki bentuk khusus dan kedudukan lebih tinggi dibanding aksara biasa. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan penekanan, seperti huruf kapital dalam alfabet Latin. Penggunaannya tidak sembarangan, melainkan terikat pada kaidah-kaidah tertentu agar tidak mengurangi keindahan dan keterbacaan teks.

Fungsi dan Penggunaan Aksara Murda

Aksara Murda memiliki beberapa fungsi utama:

Meskipun fungsinya mirip huruf kapital, perlu diingat bahwa tidak semua awal kata yang berhuruf kapital dalam bahasa Indonesia harus ditulis dengan Aksara Murda. Penggunaannya lebih spesifik pada penamaan dan penekanan makna.

Aturan Penulisan Aksara Murda

Penulisan Aksara Murda mengikuti aturan yang spesifik. Ada delapan aksara dasar yang memiliki padanan dalam Aksara Murda. Setiap Aksara Murda hanya memiliki satu bentuk, berbeda dengan aksara nglegena yang memiliki pasangan.

Daftar Aksara Murda dan Padanannya

Berikut adalah daftar delapan Aksara Murda beserta aksara nglegena yang dipadankannya:

  1. A (Padanan: Anya / )
  2. Ka (Padanan: Ka / )
  3. Ta (Padanan: Ta / )
  4. Sa (Padanan: Sa / )
  5. Nga (Padanan: Nga / )
  6. Ba (Padanan: Ba / )
  7. Pa (Padanan: Pa / )
  8. Wa (Padanan: Wa / )

Perlu dicatat, Aksara Murda hanya digunakan untuk huruf hidup (vokal) atau konsonan yang menjadi awal suku kata. Jika aksara yang ingin ditonjolkan bukan salah satu dari delapan di atas, maka tidak ada Aksara Murda yang bisa digunakan.

Kapan Menggunakan Aksara Murda?

Aksara Murda ditulis pada awal kata yang memiliki fungsi sebagai berikut:

Cara Membaca dan Menulis Aksara Murda

Cara membaca Aksara Murda sama dengan aksara nglegena yang dipadankannya. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk visual dan fungsinya. Saat menulis, kita hanya mengganti aksara nglegena biasa dengan bentuk Aksara Murda yang sesuai.

Contoh penulisan:

Perlu diingat, penggunaan Aksara Murda seringkali berkaitan dengan konteks dan kebiasaan penulisan. Tidak ada aturan baku yang mengharuskan setiap nama atau tempat penting ditulis dengan Aksara Murda, namun penggunaannya dapat memperkaya estetika dan kejelasan makna.

Contoh Penggunaan Aksara Murda dalam Kalimat

Mari kita lihat beberapa contoh dalam kalimat sederhana:

"ꦱꦫꦶꦥꦢꦶ tinimbang ꦧꦫꦠ꧀." (Saripati timbang Barat) Pada contoh ini, "Saripati" (nama/jabatan) menggunakan Aksara Murda 'S' dan "Barat" (nama tempat) menggunakan Aksara Murda 'B'.

"ꦮꦂꦱꦶꦠꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤꦺ sedherekipun ꦏꦸꦠꦏꦸ." (Warsitanonto sedherekipun Kutaku) Di sini, "Warsitanonto" (nama orang) menggunakan Aksara Murda 'W', dan "Kutaku" (nama tempat) menggunakan Aksara Murda 'K'.

Kesimpulan

Aksara Murda adalah elemen penting dalam aksara Jawa yang berfungsi sebagai penanda huruf kapital atau penekanan pada kata-kata penting seperti nama orang, tempat, dan gelar. Memahami delapan Aksara Murda dasar dan kaidah penggunaannya akan membantu Anda dalam menulis aksara Jawa dengan lebih akurat dan indah. Meskipun tampak rumit, dengan latihan dan pemahaman yang benar, Anda akan dapat menguasai cara menulis Aksara Murda dengan baik. Ingatlah bahwa penggunaan Aksara Murda memperkaya teks dan memberikan penekanan yang tepat pada kata-kata yang dianggap istimewa.

🏠 Homepage