Menggali Hikmah: Surat Al-Ma'idah Ayat 14

Simbol Pengingat dan Janji Gambar ilustrasi berupa dua tangan yang saling menggenggam di bawah bulan sabit dan bintang, melambangkan janji dan pengingat.

Teks dan Terjemahan Surat Al-Ma'idah Ayat 14

Al-Ma'idah (5): 14
"Dan dari orang-orang yang berkata, 'Kami ini orang Nasrani', lalu mereka melupakan sebagian dari peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."

Ayat ini merupakan bagian penting dari Surah Al-Ma'idah, yang seringkali membahas tentang perjanjian (mithaq) antara Allah dengan Bani Israil dan juga mengenai hubungan umat Islam dengan Ahli Kitab. Ayat 14 secara spesifik menyoroti konsekuensi ketika suatu kaum—dalam konteks ayat ini merujuk pada kelompok dari kalangan Nasrani—secara sengaja meninggalkan atau melupakan sebagian besar ajaran penting yang telah diamanatkan kepada mereka.

Konsekuensi Pelanggaran Perjanjian

Pesan sentral dari surat 5 ayat 14 adalah peringatan keras mengenai dampak meninggalkan pedoman Ilahi. Ketika suatu komunitas melalaikan sebagian besar nasehat atau syariat yang diberikan (yang seharusnya menjadi petunjuk jalan lurus), maka Allah menetapkan konsekuensi alami: perpecahan dan permusuhan abadi. Perpecahan ini, seperti yang ditegaskan ayat, akan terus berlangsung hingga hari kiamat.

Fenomena ini menunjukkan prinsip universal dalam hukum ilahi: melupakan kebenaran akan menghasilkan kehancuran internal. Permusuhan yang ditimbulkan bukanlah sekadar konflik politik atau sosial biasa, melainkan kebencian yang mengakar, yang muncul karena perbedaan interpretasi, penyimpangan dari ajaran murni, dan egoisme kelompok. Ayat ini mengingatkan bahwa petunjuk ilahi diciptakan untuk menyatukan, sementara pengabaian petunjuk itu sendiri adalah benih perpisahan.

Relevansi Kontemporer dan Refleksi Diri

Meskipun konteks historis ayat ini merujuk pada kondisi umat terdahulu, pelajaran yang terkandung sangat relevan hingga saat ini. Ayat ini berfungsi sebagai cermin bagi setiap individu dan kelompok, termasuk umat Islam, untuk senantiasa memeriksa apakah mereka masih memegang teguh seluruh ajaran yang diamanahkan. Kelalaian bukan hanya berarti lupa, tetapi juga interpretasi yang disengaja menyimpang demi kepentingan kelompok atau hawa nafsu.

Sifat peringatan Allah adalah tegas. Permusuhan yang timbul akibat penyimpangan dari kebenaran akan menjadi beban hingga akhir zaman. Oleh karena itu, ayat ini menekankan pentingnya menjaga integritas ajaran secara menyeluruh, bukan hanya memilih-milih bagian mana yang mudah diikuti dan mana yang sulit. Kebijaksanaan sejati terletak pada penerimaan total terhadap pedoman wahyu.

Penutup yang Mengancam dan Mengingatkan

Bagian akhir dari surat 5 ayat 14 memberikan penekanan akhir yang mendalam: "Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." Ini adalah pengingat bahwa tidak ada perbuatan, baik penyimpangan maupun keteguhan, yang luput dari pengawasan dan perhitungan akhir. Janji dan ancaman Allah adalah kebenaran yang pasti, menanti realisasi pada hari pertanggungjawaban. Untuk menghindari nasib seperti itu, komitmen untuk terus belajar, mengamalkan, dan menjaga kemurnian ajaran adalah kewajiban mutlak bagi setiap mukmin.

Memahami ayat ini seharusnya memotivasi umat beragama untuk hidup dalam keharmonisan yang didasari kebenaran, serta menghindari perpecahan yang disebabkan oleh pengabaian terhadap pesan-pesan suci.

🏠 Homepage