Kualitas dan kuantitas sperma merupakan faktor penting dalam kesuburan pria. Banyak pria yang mencari cara alami dan ilmiah untuk meningkatkan volume ejakulasi serta kekentalan cairan spermanya. Meskipun konsistensi dan volume dapat bervariasi secara alami, beberapa perubahan gaya hidup dan nutrisi terbukti dapat memberikan dampak positif signifikan. Berikut adalah panduan komprehensif mengenai cara supaya sperma menjadi kental dan banyak.
Diet memainkan peran krusial dalam produksi sperma. Untuk meningkatkan kekentalan dan jumlah sperma, fokuslah pada nutrisi yang mendukung spermatogenesis.
Cairan semen sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi adalah salah satu penyebab paling umum dari ejakulasi yang sedikit dan encer. Untuk memastikan sperma menjadi banyak dan memiliki volume yang memadai, Anda harus memastikan tubuh terhidrasi dengan baik.
Minumlah air putih secara teratur sepanjang hari. Hindari minuman yang bersifat diuretik berlebihan, seperti alkohol dan kafein dosis tinggi, karena dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormonal, seringkali menurunkan kadar testosteron dan meningkatkan suhu skrotum. Suhu yang terlalu panas adalah musuh utama produksi sperma yang sehat. Menjaga Berat Badan Ideal (BMI) melalui olahraga teratur adalah langkah efektif.
Pilih olahraga kardiovaskular seperti lari atau berenang. Namun, hindari bersepeda jarak jauh secara ekstrem, karena tekanan konstan pada area selangkangan dapat menghambat aliran darah dan memengaruhi fungsi testis.
Testis memerlukan suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh normal untuk memproduksi sperma dengan kualitas optimal. Untuk membuat sperma kental dan banyak, pertimbangkan hal berikut:
Beberapa zat diketahui bersifat mengganggu endokrin (EDC) yang dapat merusak motilitas dan morfologi sperma:
Meskipun sering ejakulasi mungkin tampak seperti cara untuk 'membersihkan' sistem, ejakulasi terlalu sering (misalnya, beberapa kali sehari) dapat mengakibatkan volume ejakulasi yang lebih sedikit dan kurang kental karena waktu pemulihan yang tidak cukup.
Para ahli sering menyarankan periode abstinensia (menahan diri) selama 2 hingga 5 hari sebelum upaya pembuahan. Periode ini memberikan waktu bagi tubuh untuk memproduksi dan mengumpulkan sperma dengan konsentrasi yang lebih tinggi.
Selain nutrisi dari makanan, beberapa suplemen dapat mendukung produksi sperma. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai regimen suplemen apa pun:
Kesabaran adalah kunci. Perlu diingat bahwa siklus produksi sperma (spermatogenesis) memakan waktu sekitar 74 hari. Jadi, perubahan positif dalam diet dan gaya hidup mungkin membutuhkan waktu setidaknya dua hingga tiga bulan untuk menunjukkan hasil signifikan pada analisis semen.