Ilustrasi Lembaran Akrilik Bening
Akrilik, atau yang sering dikenal dengan nama dagang seperti Plexiglass atau PMMA (Polymethyl Methacrylate), merupakan material polimer termoplastik yang sangat populer dalam berbagai industri. Mulai dari konstruksi interior, dekorasi, pembuatan display produk, hingga komponen elektronik, akrilik menawarkan transparansi superior menyerupai kaca namun dengan bobot yang jauh lebih ringan dan ketahanan benturan yang lebih baik. Salah satu ketebalan yang paling sering dicari oleh konsumen dan kontraktor adalah **harga akrilik 5 mili**.
Ketebalan 5 mm (atau 5 mili) adalah standar emas untuk aplikasi yang membutuhkan keseimbangan antara kekuatan struktural dan kemudahan pengerjaan. Material dengan ketebalan ini sangat ideal untuk pembuatan kotak display ukuran sedang, papan nama (signage) indoor yang elegan, hingga panel pelindung ringan.
Menentukan harga akrilik 5 mili bukanlah sekadar melihat angka tunggal. Terdapat beberapa variabel signifikan yang akan mempengaruhi biaya akhir yang harus Anda keluarkan. Memahami variabel ini akan membantu Anda dalam membuat estimasi anggaran yang lebih akurat.
Secara umum, akrilik bening (clear) adalah varian yang paling ekonomis. Namun, ketika Anda memilih warna spesifik seperti hitam solid, putih susu (opak), atau warna metalik, produsen sering kali membebankan biaya tambahan. Akrilik berwarna biasanya memerlukan pigmen khusus yang meningkatkan sedikit harga material dasarnya. Selain itu, finishing khusus seperti akrilik *frosted* atau *high-gloss* juga bisa memiliki markup tersendiri.
Produsen akrilik internasional umumnya memproduksi lembaran dalam ukuran standar. Di Indonesia, ukuran yang paling umum adalah 122 cm x 244 cm (atau 4 x 8 kaki). Harga per lembar akan dihitung berdasarkan luasan ini. Jika Anda membeli dalam potongan kecil atau ukuran kustom, seringkali harga per meter persegi akan lebih tinggi karena adanya biaya pemotongan dan sisa material (waste).
Pasar akrilik dipenuhi oleh berbagai merek, baik lokal maupun impor (seperti merek dari Taiwan, Korea, atau China). Merek premium biasanya menjamin kualitas UV protection yang lebih baik, ketahanan terhadap menguning seiring waktu, serta konsistensi warna yang superior. Akrilik merek terpercaya akan dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan produk non-merek yang mungkin memiliki kualitas optik yang sedikit di bawah standar.
Meskipun harga sangat fluktuatif tergantung pada kebijakan distributor dan volume pembelian, memberikan estimasi dapat membantu perencanaan awal Anda. Rata-rata, **harga akrilik 5 mili** per lembar (ukuran standar 122x244 cm) di pasar Indonesia berada dalam rentang tertentu. Untuk akrilik bening standar, kisaran harga seringkali berkisar antara Rp 700.000 hingga Rp 1.100.000 per lembar, tergantung merek dan pemasok.
Untuk mendapatkan harga yang paling akurat, sangat disarankan untuk menghubungi setidaknya tiga supplier berbeda dan meminta penawaran resmi. Jangan ragu untuk menanyakan apakah harga yang ditawarkan sudah termasuk PPN atau biaya kirim ke lokasi Anda.
Ketebalan 5 mm dipilih karena kemampuannya menopang dirinya sendiri pada aplikasi vertikal tanpa perlu banyak penyangga tambahan. Beberapa penggunaannya meliputi:
Mengapa memilih akrilik 5 mm daripada material lain seperti polikarbonat (PC) atau kaca tempered dengan ketebalan serupa? Kaca tempered 5 mm jauh lebih berat dan sangat rentan pecah menjadi serpihan tajam. Sementara itu, polikarbonat (PC) dengan ketebalan 5 mm menawarkan ketahanan benturan yang jauh lebih tinggi (sering digunakan untuk *canopy* atau helm), namun harganya cenderung lebih mahal dan terkadang memiliki kejernihan optik yang sedikit di bawah akrilik premium.
Akrilik 5 mili menang dalam hal estetika visual dan kemudahan fabrikasi (pemotongan laser, pembentukan panas/bending) dengan biaya yang relatif kompetitif. Keputusan akhir mengenai harga akrilik 5 mili harus selalu diselaraskan dengan kebutuhan spesifik proyek Anda, baik dari segi durabilitas, tampilan, maupun anggaran yang tersedia.