Akrilik, atau sering juga dikenal sebagai PMMA (Polymethyl Methacrylate), adalah material plastik transparan yang sangat populer karena tampilannya yang menyerupai kaca namun jauh lebih ringan dan tahan benturan. Keputusan untuk menggunakan akrilik seringkali didasarkan pada pertimbangan biaya, dan memahami bagaimana harga akrilik per cm dihitung menjadi krusial, terutama bagi desainer, pengrajin, atau pelaku industri kecil.
Ilustrasi lembaran akrilik yang dimensinya mempengaruhi total biaya.
Penentuan harga jual akrilik di pasaran biasanya tidak hanya didasarkan pada ukuran per sentimeter persegi (cm²), tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor ketebalan (milimeter) dan warna material. Ketika Anda mencari harga akrilik per cm, pastikan Anda mengklarifikasi apakah yang dimaksud adalah harga per sentimeter persegi, per sentimeter kubik, atau sekadar patokan harga lembaran standar yang kemudian akan dihitung proporsinya.
Harga akrilik sangat fluktuatif tergantung pada spesifikasi material. Ada beberapa variabel utama yang harus diperhitungkan:
Ini adalah faktor penentu terbesar. Semakin tebal akrilik, semakin banyak bahan baku yang digunakan, dan otomatis harganya akan semakin mahal. Akrilik tersedia mulai dari ketebalan 1 mm hingga 30 mm atau lebih. Harga per cm² untuk akrilik 5 mm akan jauh lebih tinggi daripada akrilik 2 mm dengan luas yang sama.
Akrilik bening (clear) umumnya adalah yang paling ekonomis. Akrilik berwarna solid, akrilik mirror (cermin), akrilik frosted (buram), atau akrilik khusus seperti UV Protection biasanya memiliki harga premium. Akrilik import juga cenderung lebih mahal dibandingkan akrilik lokal meskipun kualitasnya seringkali dianggap setara.
Produsen menjual akrilik dalam lembaran standar (misalnya 122 cm x 244 cm). Jika Anda membeli dalam jumlah besar berdasarkan lembaran utuh, harga per unit luas (cm²) bisa lebih murah. Namun, jika Anda meminta toko memotongnya sesuai ukuran custom yang kecil-kecil, biaya jasa potong (cutting fee) mungkin akan ditambahkan, yang secara tidak langsung memengaruhi harga akrilik per cm akhir yang Anda bayar.
Untuk memberikan gambaran kasar, berikut adalah tabel perkiraan harga rata-rata per sentimeter persegi (cm²) untuk akrilik bening standar di pasar Indonesia. Perlu diingat, angka ini hanya estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pemasok dan lokasi Anda.
| Ketebalan (mm) | Estimasi Harga per Cm² (Rupiah) | Keterangan Umum |
|---|---|---|
| 1.5 mm | Rp 400 - Rp 650 | Sangat tipis, untuk laminasi atau pajangan kecil |
| 2 mm | Rp 600 - Rp 900 | Paling umum untuk gantungan kunci dan bingkai foto |
| 3 mm | Rp 1.000 - Rp 1.500 | Standar untuk papan nama tipis dan wadah |
| 5 mm | Rp 2.500 - Rp 3.800 | Kuat, sering dipakai untuk partisi meja |
| 8 mm | Rp 5.000 - Rp 7.500 | Ketebalan yang kokoh untuk dudukan atau display berat |
Bagaimana menghitung total biaya jika Anda membutuhkan potongan? Rumusnya sederhana: Total Biaya = (Luas dalam cm²) x (Harga per Cm²) + Biaya Tambahan (jika ada).
Misalnya, Anda membutuhkan akrilik 3mm dengan ukuran 20 cm x 30 cm. Luas totalnya adalah 600 cm². Jika harga per cm² adalah Rp 1.200, maka biaya materialnya adalah 600 x Rp 1.200 = Rp 720.000. Selalu konfirmasi harga akhir dengan vendor Anda, karena mereka seringkali menggunakan sistem pembulatan volume atau luas minimum potong.
Untuk memaksimalkan anggaran Anda saat membeli akrilik, ikuti beberapa tips berikut:
Memahami terminologi dan faktor penentu harga akan membantu Anda menegosiasikan pembelian yang paling efisien. Dengan mengetahui standar harga akrilik per cm, Anda lebih siap dalam merencanakan proyek, baik itu untuk kebutuhan dekorasi rumah, pembuatan etalase toko, hingga produksi komponen elektronik.