Akrilik susu, atau yang sering disebut juga akrilik opal, adalah salah satu jenis bahan plastik lembaran polimetil metakrilat (PMMA) yang paling populer di industri kreatif dan konstruksi. Dinamai 'susu' karena sifatnya yang tembus cahaya (translusen) namun tidak sepenuhnya bening, memberikan efek buram yang lembut. Warna putih susu ini sangat ideal untuk aplikasi yang memerlukan difusi cahaya yang merata.
Permintaan akan harga akrilik susu sering kali melonjak karena penggunaannya yang sangat luas. Mulai dari pembuatan huruf timbul, papan nama (signage) dengan lampu latar (backlit), hingga partisi dekoratif dan kap lampu. Keunggulannya terletak pada ketahanan cuaca yang baik, mudah dibentuk melalui proses pemanasan (thermoforming), serta bobot yang ringan dibandingkan kaca.
Ilustrasi material akrilik susu dengan efek difusi cahaya.
Ketika mencari informasi mengenai harga akrilik susu, penting untuk memahami bahwa harganya tidak tunggal. Terdapat beberapa variabel utama yang sangat mempengaruhi patokan harga jual di pasaran Indonesia.
Ini adalah faktor penentu harga terbesar. Akrilik susu tersedia dalam berbagai ketebalan, mulai dari 1 mm, 2 mm, 3 mm, hingga 20 mm atau lebih. Semakin tebal lembaran akrilik, semakin tinggi pula harga per lembarnya. Akrilik 3mm adalah standar industri untuk huruf timbul sederhana, sementara tebal di atas 10mm umumnya digunakan untuk display berat atau struktur yang memerlukan kekuatan tinggi.
Produsen umumnya menjual akrilik dalam ukuran standar lembaran (misalnya 122 cm x 244 cm). Harga bisa lebih kompetitif jika Anda membeli dalam ukuran standar penuh. Jika Anda meminta pemotongan khusus (custom size), terkadang ada sedikit penambahan biaya jasa potong, meskipun beberapa supplier besar menawarkan diskon untuk volume tertentu.
Seperti material bangunan lainnya, akrilik memiliki tingkatan kualitas. Merek internasional (seperti Plexiglas atau merek impor premium lainnya) cenderung memiliki tingkat kejernihan dan ketahanan UV yang lebih baik, sehingga harganya lebih mahal. Sementara itu, akrilik lokal atau merek non-premium menawarkan opsi yang lebih ekonomis namun tetap memenuhi standar dasar. Kualitas juga memengaruhi seberapa baik material menahan perubahan warna akibat paparan sinar matahari langsung.
Meskipun fokus kita adalah akrilik susu (putih opal), variasi tingkat opasitas (seberapa buram) juga bisa memengaruhi harga. Ada yang sangat putih pekat, dan ada yang lebih transparan lembut. Selain itu, beberapa akrilik susu hadir dengan finishing satu sisi lebih glossy dan sisi lainnya doff, yang mungkin sedikit memengaruhi penawaran harga.
Berikut adalah perkiraan kisaran harga akrilik susu di pasar Indonesia per lembar standar (122 cm x 244 cm), harga ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan distributor dan fluktuasi nilai tukar bahan baku.
Secara keseluruhan, investasi pada akrilik susu adalah pilihan cerdas untuk berbagai kebutuhan signage dan dekorasi. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga akrilik susu, Anda dapat membuat keputusan pembelian yang lebih efisien dan sesuai dengan anggaran proyek Anda. Pastikan untuk selalu memeriksa spesifikasi ketebalan dan kualitas sebelum melakukan transaksi akhir.