Tanaman jeruk (Citrus sp.) adalah salah satu komoditas buah tropis yang sangat penting. Keberhasilan budidaya jeruk sangat bergantung pada kesehatan dan struktur sistem perakarannya. Berbeda dengan beberapa tanaman lain yang memiliki akar tunggang (taproot) dominan, sistem perakaran jeruk cenderung lebih kompleks dan menyebar secara lateral. Memahami jenis akar jeruk esensial untuk manajemen air, nutrisi, dan pencegahan penyakit yang efektif.
Secara umum, sistem perakaran jeruk dapat dibagi berdasarkan fungsinya dan kedalaman pertumbuhannya di dalam tanah. Meskipun struktur akar jeruk tidak selalu mengikuti pola akar tunggang yang jelas seperti pada legum, ia tetap memiliki akar utama yang menjadi fondasi penyerapan nutrisi dan jangkar pohon.
Ketika kita berbicara tentang jenis akar jeruk, kita merujuk pada morfologi dan fungsi akar tersebut di zona perakaran. Secara fungsional, akar jeruk dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: akar primer, akar sekunder (lateral), dan akar serabut.
Akar primer adalah akar yang tumbuh langsung dari pangkal batang atau leher akar. Pada tanaman jeruk yang masih muda, akar ini awalnya berfungsi sebagai akar tunggang yang menembus lebih dalam untuk menstabilkan pohon. Namun, seiring pertumbuhan, fungsi utamanya bergeser menjadi struktur penopang utama dan sebagai jalur utama menuju lapisan tanah yang lebih dalam.
Meskipun secara visual tidak selalu dominan pada pohon dewasa, akar primer ini sangat krusial untuk jangkar vertikal. Kedalaman penetrasi akar primer dipengaruhi oleh jenis tanah; pada tanah yang padat atau memiliki lapisan keras (hardpan), pertumbuhannya akan terhambat.
Ini adalah jenis akar yang paling penting dalam konteks penyerapan nutrisi dan air sehari-hari. Akar sekunder tumbuh menyebar secara horizontal dari akar primer dan dari pangkal batang di bawah permukaan tanah. Akar ini membentuk jaringan yang luas di zona perakaran dangkal hingga menengah.
Sebagian besar penyerapan air dan unsur hara (seperti Nitrogen dan Fosfor) dilakukan oleh ujung-ujung akar halus yang terdapat pada jaringan akar sekunder ini. Jaringan akar lateral yang sehat menunjukkan distribusi nutrisi yang efisien ke seluruh bagian tajuk pohon. Jika tanah sering tergenang atau terlalu kering, akar lateral inilah yang paling cepat mengalami stres.
Akar serabut adalah cabang terkecil dan terhalus dari akar sekunder, sering disebut juga akar bulu atau ujung akar. Meskipun ukurannya sangat kecil, akar serabut memiliki luas permukaan kontak yang sangat besar dengan partikel tanah.
Fungsi utama akar serabut adalah penyerapan air dan mineral terlarut secara aktif. Akar jenis ini bersifat sangat sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan. Mereka memiliki umur yang relatif pendek dan terus-menerus beregenerasi, terutama setelah musim hujan atau penyiraman. Perawatan tanah di permukaan sangat memengaruhi vitalitas akar serabut ini.
Struktur dan kedalaman distribusi jenis akar jeruk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat pohon ditanam. Petani harus memperhatikan beberapa faktor kunci berikut:
Kesehatan sistem perakaran adalah cerminan dari kesehatan keseluruhan pohon jeruk. Gejala stres pada daun, seperti menguning (klorosis) atau daun gugur, seringkali merupakan manifestasi dari masalah yang terjadi jauh di bawah permukaan tanah pada sistem perakarannya. Pengelolaan irigasi yang tepat, yang menghindari genangan namun memastikan zona perakaran tersuplai air secara merata, adalah kunci untuk menjaga semua jenis akar jeruk tetap berfungsi optimal.