Genus Akasia (Acacia) merupakan salah satu kelompok pohon dan semak yang paling beragam di dunia, tersebar luas terutama di Australia, Afrika, dan Amerika. Dikenal karena ketahanan, kecepatan tumbuh, dan manfaat ekonominya yang beragam—mulai dari kayu, getah (gum arab), hingga pakan ternak—memahami jenis-jenis akasia sangat penting. Artikel ini akan mengupas beberapa jenis akasia yang paling signifikan secara global.
Ilustrasi sederhana mewakili struktur pohon akasia.
Meskipun sering kali dikelompokkan dalam konteks yang berbeda, jenis ini sangat terkenal karena perilakunya yang unik. Secara teknis, Mimosa pudica sering disebut "Putri Malu" dan termasuk dalam keluarga Fabaceae yang berkerabat dekat dengan Akasia sejati. Fitur utamanya adalah daun majemuk yang akan menutup atau melipat dengan cepat saat disentuh atau terkena guncangan. Fenomena ini disebut seismonasti. Meskipun bukan penghasil kayu komersial utama, popularitasnya dalam studi botani dan sebagai tanaman hias sangat tinggi, terutama di daerah tropis.
Ini adalah salah satu spesies akasia paling berharga secara komersial, terutama di wilayah Sahel Afrika. Acacia senegal adalah sumber utama dari Getah Arab (Gum Arabic), suatu eksudat alami yang diperoleh dari batang pohon. Getah Arab ini memiliki berbagai aplikasi industri, termasuk sebagai pengemulsi dan penstabil dalam makanan (seperti permen dan minuman ringan), farmasi, serta dalam industri tinta dan cat air. Pohon ini relatif kecil dan tahan terhadap kekeringan ekstrem.
Berasal dari Australia, Acacia mearnsii adalah salah satu spesies akasia yang tumbuh paling cepat di dunia. Sifatnya yang invasif di beberapa wilayah menjadikannya subjek perhatian konservasi, namun nilai ekonominya sangat besar. Kayunya digunakan secara luas untuk bahan bakar dan pulp. Yang paling penting, kulit kayu (bark) dari spesies ini mengandung tanin dalam jumlah tinggi, menjadikannya sumber utama untuk industri penyamakan kulit (tanning). Dalam beberapa dekade terakhir, spesies ini juga diteliti potensinya dalam upaya reboisasi cepat.
Acacia pycnantha memegang status spesial karena ia adalah bunga nasional Australia. Pohon ini ditandai dengan daun yang lebar dan datar (phyllodes) yang berwarna hijau kekuningan hingga keemasan, yang mekar menghasilkan bunga pom-pom kuning cerah. Meskipun secara historis kulitnya telah digunakan oleh masyarakat Aborigin untuk berbagai keperluan, kini nilai utamanya adalah simbolis dan ekologis. Spesies ini toleran terhadap berbagai jenis tanah asalkan drainasenya baik.
Spesies ini seringkali disalahpahami karena namanya yang mirip dengan genus Mangga. Namun, Acacia mangium (sering disebut Black Wattle Asia) adalah pohon besar asli Australia bagian timur laut, Papua Nugini, dan Indonesia. Karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan kemampuannya beradaptasi di tanah yang terdegradasi, ia sangat populer dalam program reforestasi cepat dan industri kayu. Kayunya digunakan untuk membuat papan partikel, kayu lapis, dan bubur kertas berkualitas baik. Akasia Mangium juga dikenal mampu mengikat nitrogen di tanah, membantu meningkatkan kesuburan lahan.
Keberhasilan genus Akasia terletak pada kemampuan adaptasinya yang luar biasa. Mayoritas spesies Akasia memiliki kemampuan unik untuk hidup bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen (Rhizobia) di bintil akar mereka. Proses ini memungkinkan mereka untuk tumbuh subur di tanah yang miskin nutrisi, sebuah keunggulan signifikan di sabana kering atau lahan yang baru terganggu. Selain itu, banyak jenis Akasia yang mengembangkan duri tajam sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap herbivora, terutama di lingkungan Afrika dan Amerika Selatan.
Di sisi lain, perlu diingat bahwa klasifikasi dalam genus Acacia telah mengalami revisi besar. Banyak spesies yang dulunya diklasifikasikan sebagai Acacia kini telah dipindahkan ke genus terpisah seperti Vachellia dan Senegalia, terutama di Afrika dan Amerika, sementara spesies Australia tetap mayoritas berada dalam genus Acacia. Memahami perbedaan taksonomi ini penting saat mencari informasi mengenai aplikasi spesifik kayu atau getah dari pohon tersebut.
Dari getah yang menjadi penstabil makanan hingga kayu industri yang kuat, dan dari bunga nasional hingga reaksi sentuhan yang cepat, jenis akasia menunjukkan spektrum kegunaan dan adaptasi biologis yang luas. Setiap spesies menawarkan peran unik dalam ekosistem global maupun perekonomian manusia, menjadikannya salah satu genus tumbuhan yang paling penting untuk dipelajari lebih lanjut.