Air mani, atau semen, adalah cairan biologis yang dikeluarkan dari penis pria selama ejakulasi. Cairan ini memiliki peran krusial dalam proses reproduksi. Meskipun sering kali hanya dilihat dari fungsinya membawa sperma, komposisi air mani sebenarnya jauh lebih kompleks dan kaya nutrisi.
Secara umum, air mani terdiri dari dua komponen utama: sel sperma (spermatozoa) dan cairan seminal (plasma mani). Sel sperma adalah sel reproduksi haploid yang bertanggung jawab membawa materi genetik ayah, namun jumlahnya hanya menyumbang sekitar 2 hingga 5% dari total volume ejakulat. Sisanya adalah cairan pelindung dan penyokong yang diproduksi oleh berbagai kelenjar reproduksi.
Kandungan air mani sangat bervariasi antar individu dan dipengaruhi oleh faktor seperti usia, pola makan, dan frekuensi ejakulasi. Namun, secara struktural, cairan ini tersusun dari campuran berbagai zat penting:
Sebagian besar volume air mani (sekitar 90%) adalah air. Air ini berfungsi sebagai medium atau pelarut bagi komponen lain dan memastikan viskositas cairan yang tepat.
Fruktosa adalah gula sederhana yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sperma. Spora membutuhkan energi yang besar untuk motilitas (pergerakan) mereka menuju sel telur. Fruktosa diproduksi oleh kelenjar vésicules seminalis (kantong mani) dan merupakan indikator penting kesehatan fungsi kelenjar ini.
Air mani mengandung berbagai jenis protein, termasuk antigen spesifik prostat (PSA) yang membantu mencairkan semen setelah ejakulasi, membuatnya lebih mudah bergerak. Terdapat juga enzim lain yang membantu melindungi sperma dari lingkungan asam di vagina.
Beberapa mineral penting hadir dalam konsentrasi kecil namun vital, seperti:
Selain komponen utama di atas, air mani juga mengandung asam sitrat, kolesterol, asam laktat, dan sejumlah kecil nutrisi lain seperti vitamin B12.
Cairan seminal bukan sekadar pengisi volume; ia menjalankan fungsi protektif dan nutrisi yang esensial:
Volume ejakulasi normal biasanya berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Warna air mani yang sehat umumnya berwarna putih keabu-abuan atau sedikit bening kekuningan. Perubahan signifikan dalam volume, warna (misalnya menjadi sangat kuning atau kemerahan), atau konsistensi dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan atau infeksi yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Kesehatan dan komposisi air mani sangat responsif terhadap gaya hidup. Dehidrasi dapat mengurangi volume total. Diet kaya antioksidan dapat meningkatkan kualitas sperma. Selain itu, periode abstinensia (tidak ejakulasi) yang terlalu lama dapat meningkatkan volume tetapi berpotensi menurunkan motilitas sperma karena sperma lama terakumulasi. Sebaliknya, ejakulasi yang sangat sering akan menghasilkan volume yang lebih rendah.