Ikonografi visual Masjidil Aqsa dan keberkahannya.
Masjidil Aqsa, yang terletak di Kota Al-Quds (Yerusalem), merupakan salah satu bangunan paling bersejarah dan sakral dalam ajaran Islam. Ia bukan sekadar masjid biasa, melainkan sebuah kompleks suci yang sarat makna spiritual, historis, dan geopolitik. Keutamaan Masjidil Aqsa dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW, menjadikannya kiblat pertama umat Islam dan situs suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Salah satu keutamaan terbesar Masjidil Aqsa adalah perannya sebagai Kiblatul Ula, atau kiblat pertama bagi Muslimin dalam melaksanakan salat. Selama kurang lebih tiga belas tahun setelah Hijrah, umat Islam menghadap ke arah Al-Quds saat menunaikan ibadah salat, sebelum akhirnya Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke Ka'bah di Mekkah. Status ini mengukuhkan kedudukan Al-Aqsa sebagai penanda awal tegaknya syariat salat dalam Islam.
Keutamaan lain yang tak tertandingi adalah keterkaitannya langsung dengan peristiwa mukjizat Isra' Mi'raj. Berdasarkan riwayat sahih, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam (Isra') dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa. Dari Al-Aqsa inilah, beliau kemudian melakukan perjalanan surgawi (Mi'raj) hingga mencapai batas Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadikan Masjidil Aqsa sebagai titik transit spiritual antara bumi dan langit, sebuah kehormatan besar yang hanya diberikan kepada Nabi termulia.
Masjidil Aqsa juga dikenal karena keutamaan pahala salat di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa salat di Masjidil Aqsa memiliki nilai pahala yang sangat besar dibandingkan salat di masjid lain.
Nilai pahala yang besar ini menarik perhatian dan kerinduan umat Islam dari seluruh dunia untuk beribadah di sana, meskipun akses seringkali sulit. Berada di dalamnya memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa, mengingat seluruh area kompleks Masjidil Aqsa—termasuk Kubah Batu (Dome of the Rock) dan area sekitarnya—secara kolektif disebut Al-Aqsa.
Al-Quds dan Masjidil Aqsa merupakan bagian dari wilayah yang secara eksplisit disebut sebagai "Tanah yang Diberkahi" (Al-Ard Al-Mubarakah) dalam Al-Qur'an. Keberkahan ini mencakup aspek spiritual, historis, dan bahkan keberkahan bagi siapa pun yang berjuang untuk menjaga kesuciannya. Keberadaan masjid ini menandakan bahwa area tersebut adalah pusat ketenangan dan tempat di mana para nabi terdahulu seringkali berdiam dan beribadah.
Dalam narasi Isra' Mi'raj, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Masjidil Aqsa, beliau mendapati bahwa seluruh nabi dan rasul sebelum beliau telah berkumpul di sana untuk menunaikan salat berjamaah, dengan beliau bertindak sebagai imam. Peristiwa ini menunjukkan kesatuan risalah kenabian dan menegaskan bahwa Masjidil Aqsa adalah pusat persatuan para utusan Allah di masa lampau. Hal ini menambah kedalaman historis dan spiritual tempat tersebut.
Selain keutamaan beribadah di dalamnya, ada pula keutamaan besar bagi mereka yang berjuang untuk mempertahankan keberadaannya dan kesuciannya. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa orang yang menginjakkan kaki ke Masjidil Aqsa semata-mata karena kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya akan diampuni dosa-dosanya. Hal ini menekankan tanggung jawab kolektif umat Islam untuk memuliakan dan melindungi situs suci ini dari ancaman, baik fisik maupun simbolis.
Secara keseluruhan, Masjidil Aqsa adalah warisan agung yang mewakili sejarah panjang kenabian, titik puncak perjalanan spiritual Rasulullah, dan simbol persatuan umat dalam beribadah. Keutamaan yang melekat pada Masjidil Aqsa menjadikannya tidak hanya sebuah bangunan, tetapi sebuah dimensi keyakinan yang harus dijaga dan dirindukan oleh setiap Muslim.