Perubahan warna pada air mani (semen) adalah fenomena yang cukup umum dialami oleh pria. Meskipun kebanyakan perubahan warna bersifat sementara dan tidak berbahaya, warna coklat atau kemerahan seringkali menimbulkan kekhawatiran. Memahami apa yang menyebabkan mani berwarna coklat adalah langkah pertama menuju ketenangan pikiran dan, jika perlu, penanganan medis yang tepat.
Warna coklat pada air mani biasanya disebabkan oleh adanya darah yang bercampur dalam ejakulat. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai hematospermia. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, dalam banyak kasus, hematospermia adalah kondisi yang jinak dan dapat hilang dengan sendirinya.
Penyebab paling umum dari mani berwarna coklat adalah oksidasi darah. Jika terjadi sedikit pendarahan di saluran reproduksi (seperti uretra atau epididimis), darah segar yang berwarna merah terang akan berubah menjadi coklat atau karat seiring waktu karena terpapar oksigen. Ini sering terjadi jika pendarahan terjadi beberapa hari sebelum ejakulasi dan darah tersebut belum sepenuhnya keluar. Aktivitas seksual yang intens atau masturbasi yang terlalu kasar juga bisa menjadi pemicu kecil terjadinya luka mikro.
Jika Anda baru saja mengalami ejakulasi dalam waktu singkat (misalnya dalam 24 hingga 48 jam terakhir), mani kedua mungkin memiliki warna yang sedikit berbeda, termasuk coklat muda atau kekuningan. Ini bisa jadi sisa-sisa ejakulasi sebelumnya yang teroksidasi atau sisa cairan yang tidak sepenuhnya bersih dari saluran.
Infeksi pada kelenjar prostat (prostatitis) atau saluran epididimis (epididimitis) seringkali menyebabkan peradangan. Peradangan ini dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah, yang kemudian menyebabkan darah masuk ke dalam semen. Selain warna coklat, infeksi ini biasanya disertai gejala lain seperti nyeri saat ejakulasi, nyeri di area panggul, dan demam.
Meskipun banyak kasus mani berwarna coklat tidak memerlukan penanganan serius, ada situasi di mana Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter urologi. Konsultasi diperlukan jika warna coklat tersebut konsisten, berlangsung lama, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Kekhawatiran medis muncul jika warna coklat tersebut disertai:
Selain darah, faktor lain dapat memengaruhi warna air mani, meskipun biasanya cenderung menghasilkan warna kuning atau kehijauan, namun penting untuk diketahui:
Semen normalnya berwarna putih keabu-abuan. Jika menjadi kuning, ini mungkin disebabkan oleh:
Jika Anda baru pertama kali mengalami mani berwarna coklat dan tidak ada gejala menyertai, coba tunggu selama satu minggu. Hindari aktivitas seksual yang terlalu intens selama masa pemulihan ini. Perhatikan apakah warna kembali normal.
Jika episode berulang, atau jika Anda merasa tidak nyaman dengan perubahan ini, langkah terbaik adalah membuat janji temu dengan dokter. Dokter kemungkinan akan melakukan anamnesis mendalam, pemeriksaan fisik, dan mungkin meminta sampel urin atau tes darah untuk mencari tahu sumber pendarahan atau adanya infeksi. Jangan biarkan kekhawatiran membebani pikiran Anda; pemeriksaan adalah kunci untuk mendapatkan kepastian kesehatan.