Mani berwarna merah, atau dalam istilah medis dikenal sebagai hematospermia, adalah kondisi yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada pria. Meskipun jarang menandakan kondisi yang mengancam jiwa, warna merah pada cairan ejakulasi menandakan adanya darah dalam air mani. Penting untuk memahami apa yang menyebabkan fenomena ini dan kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis profesional.
Apa Itu Hematospermia?
Hematospermia secara harfiah berarti adanya sel darah merah (eritrosit) dalam air mani. Kondisi ini dapat bervariasi dari sedikit bercak kemerahan hingga air mani yang tampak sepenuhnya berwarna cokelat atau merah gelap. Dalam banyak kasus, episode hematospermia bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi khusus.
Ilustrasi visualisasi umum dari kondisi terkait saluran reproduksi.
Penyebab Paling Umum: Traumatik dan Peradangan
Mayoritas kasus mani berwarna merah disebabkan oleh cedera atau peradangan kecil pada saluran reproduksi pria. Uretra, epididimis, vas deferens, atau vesikula seminalis adalah struktur halus yang dapat mengalami luka mikro akibat berbagai aktivitas. Beberapa pemicu umum meliputi:
- Masturbasi atau Hubungan Seksual yang Intens: Gesekan atau tekanan berlebihan selama aktivitas seksual dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah di sepanjang jalur ejakulasi.
- Prostatitis (Peradangan Prostat): Infeksi bakteri atau peradangan non-bakteri pada kelenjar prostat seringkali menyebabkan iritasi dan perdarahan mikro.
- Epididimitis atau Uretritis: Peradangan pada epididimis (saluran di belakang testis) atau uretra (saluran kencing/mani) akibat infeksi menular seksual (IMS) atau bakteri lainnya.
Kaitan dengan Kondisi Kesehatan yang Lebih Serius
Walaupun jarang, hematospermia juga bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Pria di atas usia 40 tahun atau yang memiliki riwayat medis tertentu perlu lebih waspada terhadap gejala yang persisten.
Salah satu kekhawatiran utama adalah adanya **keganasan (kanker)**. Kanker pada prostat, testis, atau kandung kemih dapat bermanifestasi sebagai darah dalam air mani. Namun, perlu ditekankan bahwa dalam populasi umum, penyebab kanker ini relatif jarang dibandingkan dengan penyebab inflamasi atau traumatik.
Kondisi lain yang mungkin terlibat termasuk batu pada vesikula seminalis atau saluran ejakulasi, atau kondisi penyumbatan (obstruksi) yang menyebabkan tekanan tinggi pada pembuluh darah.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika Anda mengalami mani berwarna merah, langkah pertama adalah tidak panik, terutama jika ini adalah episode pertama dan tidak disertai gejala lain. Tubuh seringkali mampu memperbaiki luka mikro tersebut dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
Namun, Anda harus segera membuat janji temu dengan dokter spesialis urologi jika:
- Episodenya berulang atau berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu tanpa perbaikan.
- Usia Anda di atas 40 tahun.
- Anda mengalami gejala penyerta seperti nyeri saat ejakulasi, nyeri testis, demam, atau kesulitan buang air kecil.
- Terdapat darah dalam urine Anda (hematuria) bersamaan dengan hematospermia.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Dokter akan melakukan anamnesis mendalam mengenai riwayat seksual, medis, dan aktivitas baru-baru ini. Pemeriksaan fisik akan dilakukan, termasuk pemeriksaan daerah genital. Diagnosis pasti seringkali memerlukan beberapa tes lanjutan, seperti analisis urine, tes darah untuk memeriksa infeksi, atau dalam kasus yang dicurigai lebih serius, USG transrektal atau sistoskopi untuk memvisualisasikan struktur internal saluran reproduksi.
Memahami mani berwarna merah adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan reproduksi. Konsultasi medis profesional memastikan bahwa meskipun penyebabnya mungkin sepele, tidak ada kondisi serius yang terlewatkan.