Mani, atau cairan semen, adalah bagian penting dari sistem reproduksi pria. Secara umum, mani yang sehat memiliki warna putih keabu-abuan atau sedikit kekuningan dengan tekstur yang cenderung kental setelah ejakulasi, kemudian mencair dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Perubahan warna pada mani seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pria, meskipun dalam banyak kasus, perubahan warna ini bersifat sementara dan tidak berbahaya.
Namun, mengetahui apa saja penyebab umum dari mani berwarna tidak normal sangat penting untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Perubahan warna bisa disebabkan oleh faktor diet, dehidrasi, atau kondisi medis yang mendasari.
Penyebab Umum Mani Berwarna Kuning
Warna kuning pada mani adalah salah satu perubahan warna yang paling sering dilaporkan. Ada beberapa alasan mengapa mani bisa tampak kekuningan:
Penumpukan Air Mani Lama: Jika seorang pria mengalami periode tidak ejakulasi yang lama, mani yang tertahan di saluran reproduksi bisa menjadi lebih kuning karena oksidasi atau konsentrasi sperma yang lebih tinggi yang sudah tua.
Diet dan Suplemen: Konsumsi makanan atau suplemen tertentu yang mengandung pigmen kuning, seperti kunyit atau beberapa jenis vitamin B, dapat memengaruhi warna ejakulat.
Jaundice (Penyakit Kuning): Kondisi medis yang menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah, seperti hepatitis atau masalah hati lainnya, dapat menyebabkan mani (dan cairan tubuh lainnya) menjadi kuning cerah. Ini biasanya disertai dengan perubahan warna pada kulit dan mata.
Infeksi Prostat (Prostatitis) atau Infeksi Menular Seksual (IMS): Infeksi dapat menyebabkan sel darah putih (nanah) bercampur dalam air mani, memberikannya rona kuning kehijauan.
Mani Berwarna Merah atau Merah Muda (Hemospermia)
Kehadiran darah dalam air mani dikenal sebagai hemospermia. Ini seringkali menjadi penyebab kecemasan terbesar. Meskipun tampak mengkhawatirkan, hemospermia biasanya tidak berbahaya dan seringkali hilang dengan sendirinya. Penyebabnya meliputi:
Iritasi atau Trauma Ringan: Masturbasi atau hubungan seksual yang terlalu keras atau terlalu sering dapat menyebabkan iritasi atau robekan kecil pada pembuluh darah halus di uretra atau kelenjar prostat.
Inflamasi: Peradangan pada epididimis, vas deferens, atau prostat bisa menyebabkan perdarahan.
Kondisi Medis Serius: Dalam kasus yang jarang, darah dalam mani bisa menjadi indikasi kondisi yang lebih serius seperti batu ginjal, tumor pada saluran reproduksi, atau infeksi bakteri yang parah.
Biopsi Prostat Baru-baru Ini: Jika prosedur medis baru saja dilakukan di area prostat, darah mungkin muncul selama beberapa minggu.
Mani Berwarna Hijau atau Abu-abu
Warna hijau pada mani hampir selalu mengindikasikan adanya infeksi. Warna ini seringkali disebabkan oleh konsentrasi tinggi sel darah putih (nanah) yang merupakan respons tubuh terhadap infeksi.
Infeksi Bakteri: Infeksi pada prostat (prostatitis) atau epididimis (epididimitis) adalah penyebab utama.
IMS: Beberapa Infeksi Menular Seksual juga dapat menyebabkan keluarnya nanah bersama cairan semen.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun perubahan warna sesekali mungkin normal, Anda harus mencari nasihat medis jika warna yang tidak biasa (terutama merah, hijau, atau kuning pekat) berlangsung lebih dari satu minggu, atau jika disertai dengan gejala lain seperti:
Nyeri saat ejakulasi atau buang air kecil.
Demam atau menggigil.
Mani berbau tidak sedap.
Adanya benjolan atau pembengkakan di area testis atau selangkangan.
Mani Berwarna Biru atau Jelas
Mani yang sangat encer dan tampak bening atau kebiruan seringkali dikaitkan dengan:
Ejakulasi yang Sering: Jika ejakulasi terjadi sangat sering dalam waktu singkat, produksi semen tidak sempat terakumulasi sepenuhnya, menghasilkan cairan yang lebih encer dan kurang padat (lebih banyak cairan prostat dan vesikula seminalis).
Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat membuat mani tampak lebih transparan.
Kesimpulan
Variasi kecil dalam warna mani adalah hal yang wajar, dipengaruhi oleh pola hidup, diet, dan frekuensi aktivitas seksual. Namun, perubahan warna yang signifikan dan berkelanjutan, terutama yang disertai rasa sakit atau bau yang menyengat, tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan urologis sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi atau masalah kesehatan reproduksi yang lebih serius, memastikan kesehatan reproduksi Anda tetap terjaga.