Ilustrasi konsep menahan atau mengontrol pelepasan.
Keputusan untuk mencoba menahan ejakulasi atau sperma agar tidak keluar sering kali muncul karena berbagai alasan, mulai dari kebutuhan medis, alasan budaya, hingga keinginan untuk memperpanjang durasi hubungan seksual. Penting untuk dipahami bahwa proses ejakulasi adalah respons fisiologis yang kompleks dan terkontrol oleh sistem saraf. Mencoba mengontrolnya memerlukan kesadaran penuh terhadap sinyal tubuh.
Ejakulasi terjadi dalam dua tahap utama: emisi (perpindahan sperma ke uretra) dan ekspulsi (pengeluaran yang ritmis dan tidak disengaja). Fase yang paling sulit untuk dikendalikan adalah tahap 'titik tanpa kembali' (Point of No Return), di mana kontraksi otot yang kuat akan memicu pelepasan yang tidak dapat dihentikan.
Tujuan utama dari teknik menahan sperma adalah mengenali sinyal sebelum mencapai titik tanpa kembali tersebut, sehingga aktivitas dapat dihentikan sesaat hingga gairah sedikit menurun, dan kemudian dilanjutkan.
Beberapa metode telah dikembangkan dan dipraktikkan untuk membantu pria meningkatkan kontrol atas refleks ejakulasi mereka. Metode ini umumnya memerlukan latihan rutin agar menjadi efektif.
Ini adalah metode yang paling umum diajarkan. Caranya adalah dengan terus melakukan stimulasi hingga Anda merasa sangat dekat dengan ejakulasi (titik tanpa kembali). Ketika gairah mencapai puncaknya, hentikan semua stimulasi hingga rasa gairah mereda sedikit. Setelah itu, Anda bisa memulai kembali stimulasi secara perlahan. Proses ini diulang beberapa kali sebelum akhirnya membiarkan ejakulasi terjadi.
Teknik ini melibatkan tekanan fisik. Ketika Anda merasa akan mencapai klimaks, pasangan (atau Anda sendiri) harus memberikan tekanan tegas namun lembut pada pangkal kepala penis atau area di bawah kepala penis (frenulum) selama beberapa detik. Tekanan ini bertujuan untuk mengurangi dorongan refleks. Setelah beberapa detik, lepaskan tekanan dan tunggu beberapa saat sebelum melanjutkan.
Latihan Kegel (mengencangkan otot dasar panggul yang sama dengan saat Anda mencoba menghentikan buang air kecil) dapat membantu memperkuat otot yang berperan dalam kontrol ejakulasi. Selain itu, fokus pada pernapasan dalam dan lambat saat gairah memuncak juga dapat membantu menenangkan sistem saraf, mencegah refleks terlalu cepat.
Meskipun menahan ejakulasi sesaat selama hubungan seksual umumnya aman, perlu diperhatikan beberapa aspek penting terkait kesehatan dan psikologis:
Jika Anda memiliki kekhawatiran medis spesifik mengenai ejakulasi atau kontrol seksual Anda, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi atau terapis seks profesional. Mereka dapat memberikan panduan yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan Anda. Menguasai kontrol adalah proses belajar yang membutuhkan kesabaran dan komunikasi yang baik dengan pasangan.