Ilustrasi: Energi Spiritual Pemulihan
Dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, termasuk dugaan adanya gangguan spiritual seperti sihir atau santet, umat Islam senantiasa dianjurkan untuk kembali kepada sumber kekuatan utama: Al-Qur'an. Di antara sekian banyak surat yang memiliki energi spiritual luar biasa, **Surat Al Zalzalah (Az-Zalzalah)** seringkali disebut memiliki peran signifikan dalam memohon perlindungan dan pembalikan energi negatif.
Surat ke-99 ini, yang pendek namun padat maknanya, menggambarkan kengerian Hari Kiamat, di mana bumi akan mengguncangkan dirinya dengan guncangan yang dahsyat. Namun, di balik gambaran akhir zaman tersebut, terdapat pelajaran penting mengenai pertanggungjawaban mutlak atas setiap perbuatan.
Mengapa Al Zalzalah dianggap relevan dalam konteks mengembalikan sihir? Inti dari amalan ruqyah atau penolakan gangguan adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik kuasa atas segala sesuatu, termasuk energi jahat yang dikirimkan orang lain. Surat ini mengingatkan pelaku sihir dan korban bahwa **seberat apa pun perbuatan mereka (bahkan seberat atom)**, semuanya akan diperlihatkan dan dihisab oleh Allah SWT.
Ayat kunci dalam surat ini adalah:
Bagi mereka yang meyakini bahwa mereka menjadi korban sihir, pembacaan surat ini bukan hanya sebagai perisai, tetapi sebagai penegasan bahwa energi negatif yang dilepaskan pasti akan kembali kepada sumbernya jika Allah menghendaki, karena setiap perbuatan dicatat.
Penggunaan surat Al Zalzalah sebagai sarana mengembalikan gangguan seringkali dilakukan melalui beberapa cara, yang semuanya harus didasari oleh niat yang tulus (ikhlas) dan keyakinan penuh (tawakkal) kepada Allah:
Banyak praktisi ruqyah syar'iyyah menyarankan pembacaan Surat Al Zalzalah sebanyak 7, 11, atau 41 kali secara berurutan setelah membaca ayat-ayat perlindungan lainnya seperti Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 1-5, dan ayat kursi.
Tujuannya adalah untuk menciptakan gelombang spiritual yang kuat, di mana setiap guncangan yang disebutkan dalam surat tersebut berfungsi seolah-olah "mengguncang" ikatan sihir atau energi negatif yang menempel pada tubuh atau lingkungan korban. Fokus utama adalah saat mencapai ayat terakhir yang menegaskan pertanggungjawaban amal.
Air minum atau air mandi seringkali menjadi media penyalur energi. Setelah membaca Surat Al Zalzalah secara berulang pada air, air tersebut kemudian digunakan oleh korban. Dipercaya bahwa energi surat ini akan membersihkan dan mengikis pengaruh sihir tersebut, sekaligus mengirimkan kembali niat jahat tersebut ke pemiliknya.
Perlu ditekankan bahwa Al Zalzalah bukanlah jimat. Kekuatan surat ini terletak pada makna yang dikandungnya dan keyakinan pembaca terhadap kebesaran Allah yang menurunkan firman-Nya. Jika pembacaan hanya dilakukan tanpa kekhusyukan, hasilnya mungkin tidak maksimal. Sihir, dalam pandangan Islam, adalah kezaliman yang akan dibalas oleh Allah.
Mengembalikan sihir melalui surat ini adalah bentuk doa permohonan agar keadilan ilahi ditegakkan, di mana kejahatan yang ditujukan kepada orang lain akan kembali menjadi urusan si pelaku di hadapan Sang Pencipta. Konsistensi dalam pembacaan, disertai dengan permohonan ampun (istighfar) dan peningkatan ibadah lainnya, merupakan kunci utama dalam menjaga benteng spiritual diri.
Bagi mereka yang merasa terbeban, memperkuat akidah bahwa tidak ada yang bisa memberi mudarat kecuali atas izin Allah, adalah langkah pertama yang paling ampuh. Surat Al Zalzalah, dengan pesannya yang tegas tentang hisab amal, berfungsi sebagai pengingat bahwa rantai kezaliman spiritual pasti akan terputus oleh kekuatan wahyu Ilahi.