Menjaga ketenangan di tengah badai keluarga.
Hubungan antara anak dan orang tua merupakan fondasi penting dalam kehidupan. Secara universal, ajaran agama dan etika sosial menekankan kewajiban untuk menghormati dan berbakti kepada orang tua. Namun, bagaimana jika orang tua yang kita sayangi justru menunjukkan akhlak (perilaku atau moral) yang burukāseperti kasar, tidak adil, suka berbohong, atau mudah marah tanpa sebab? Situasi ini menimbulkan dilema batin yang mendalam bagi seorang anak.
Menghadapi kenyataan pahit ini memerlukan kebijaksanaan tingkat tinggi. Tujuannya bukan untuk memutus tali kasih, melainkan untuk melindungi diri sendiri dari dampak negatif sambil tetap berusaha memenuhi kewajiban berbakti sebisa mungkin.
Dalam banyak tradisi, ketaatan kepada orang tua memiliki batasan tegas. Ketaatan ini berakhir ketika perintah orang tua bertentangan langsung dengan perintah Tuhan atau melanggar prinsip moral dasar. Jika akhlak buruk orang tua termanifestasi dalam bentuk paksaan untuk melakukan kemaksiatan, maka anak wajib menolak dengan cara yang paling sopan dan bijak.
Namun, jika akhlak buruk tersebut hanya berupa sifat personal (misalnya pemarah, pelit, atau sinis) yang tidak menuntut kita melanggar syariat, maka sikap yang diambil haruslah berlandaskan kesabaran dan doa.
Mengelola interaksi dengan orang tua yang sulit membutuhkan strategi yang matang agar suasana tetap terkendali dan energi emosional kita tidak terkuras habis.
Salah satu bahaya terbesar ketika berhadapan dengan orang tua yang buruk akhlaknya adalah tertularnya emosi negatif tersebut. Jika kita membalas kekasaran dengan kekasaran, kita gagal menjaga kehormatan diri dan ajaran agama tentang berbakti.
Tugas utama anak adalah membersihkan dirinya dari dendam, kemarahan yang terpendam, dan rasa tidak adil. Ingatlah bahwa perilaku mereka adalah cerminan dari diri mereka sendiri, bukan cerminan nilai diri Anda sebagai seorang anak. Teruslah berupaya memperbaiki diri, sebab ketenangan batin Anda adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa Anda berikan kepada diri sendiri, terlepas dari kondisi di sekitar Anda.
Menyikapi orang tua yang sulit adalah ujian kesabaran yang luar biasa. Dengan memadukan batas yang sehat, komunikasi yang bijak, dan doa yang tulus, kita berharap dapat menemukan jalan damai menuju keridhaan, sambil tetap menjaga martabat dan kesehatan mental kita.