Akhlak merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam. Ia merujuk pada karakter, moralitas, dan perilaku seseorang yang termanifestasi dalam interaksi dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya. Memahami pembagian akhlak sangat penting karena membantu seorang Muslim mengidentifikasi area mana yang memerlukan perbaikan dan penyempurnaan agar mencapai status ihsan.
Secara umum, para ulama membagi akhlak menjadi dua kategori besar yang saling melengkapi: **Akhlak Mahmudah (Ammalah Hasanah)** dan **Akhlak Madzmumah (Ammalah Sayyi'ah)**. Pembagian ini menjadi peta jalan dalam perjalanan spiritual seorang mukmin.
1. Akhlak Mahmudah (Ammalah Hasanah)
Akhlak Mahmudah adalah perilaku terpuji atau akhlak mulia. Ini adalah cerminan dari keimanan yang kokoh dan ketaatan yang tulus kepada perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Memiliki akhlak ini akan membawa keberkahan dalam hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Ciri-ciri dan Contoh Akhlak Mahmudah:
- Shiddiq (Jujur): Selalu berkata benar dan menepati janji, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
- Amanah (Dapat Dipercaya): Menjaga titipan dan melaksanakan tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
- Tawadhu (Rendah Hati): Tidak sombong, mengakui kelebihan orang lain, dan tidak meremehkan siapapun. Kerendahan hati ini berbeda dengan sifat hina.
- Sabar (Kesabaran): Mampu menahan diri dari kegelisahan, kemarahan, dan gangguan saat menghadapi kesulitan atau musibah.
- Syukur (Rasa Terima Kasih): Mengakui nikmat yang telah diberikan Allah dan menampakkannya melalui ucapan, hati, dan perbuatan.
- Ihsan: Melakukan kebaikan seolah-olah melihat Allah, dan jika tidak melihat-Nya, maka yakin bahwa Allah Maha Melihat. Ini adalah puncak dari berbuat baik.
- Karim (Dermawan): Gemar berbagi harta, ilmu, dan tenaga tanpa mengharapkan imbalan duniawi.
Mengembangkan akhlak mahmudah membutuhkan mujahadah (perjuangan keras) melawan hawa nafsu dan dorongan negatif dari lingkungan.
2. Akhlak Madzmumah (Ammalah Sayyi'ah)
Akhlak Madzmumah adalah perilaku tercela atau akhlak buruk yang harus dihindari dan dijauhi. Perilaku ini merupakan penyakit hati yang dapat merusak hubungan vertikal dengan Sang Pencipta dan horizontal dengan sesama makhluk.
Contoh-contoh Akhlak Madzmumah yang Harus Dihindari:
- Kibr (Sombong): Merasa diri lebih baik dari orang lain, menolak kebenaran, dan merendahkan orang lain. Sombong adalah sifat yang pertama kali ditunjukkan oleh Iblis.
- Hasad (Dengki): Tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat, dan bahkan berharap nikmat tersebut hilang dari mereka.
- Ghibah (Menggunjing): Membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka, meskipun apa yang dibicarakan benar adanya.
- Namimah (Adu Domba): Menyebarkan fitnah atau ucapan yang bertujuan memecah belah persaudaraan.
- Tamak (Serakah): Keinginan yang sangat besar terhadap harta duniawi hingga melupakan hak orang lain.
- Riya': Melakukan amal ibadah atau kebaikan dengan tujuan dilihat dan dipuji oleh manusia, bukan karena mencari keridhaan Allah semata.
- Zulm (Kezaliman): Melampaui batas dalam memperlakukan orang lain, baik dalam perkataan maupun tindakan.
Penghapusan akhlak madzmumah adalah proses yang berkelanjutan. Setiap kali seorang hamba menyadari dirinya melakukan kesalahan, ia harus segera bertaubat dan menggantinya dengan tindakan yang lebih baik.
Pembagian Berdasarkan Objek Penerapan
Selain pembagian berdasarkan kualitas (baik atau buruk), akhlak juga sering diklasifikasikan berdasarkan objek yang menjadi fokus perilaku tersebut:
- Akhlak kepada Allah (Hubungan Vertikal): Ini adalah tingkatan tertinggi, meliputi tauhid, ketaatan mutlak, pengagungan, dan selalu merasa diawasi oleh Allah (muraqabah).
- Akhlak kepada Diri Sendiri: Meliputi menjaga kebersihan fisik dan spiritual, mengendalikan hawa nafsu, menjaga kehormatan diri, serta berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan.
- Akhlak kepada Sesama Manusia: Mencakup semua interaksi sosial, mulai dari keluarga, tetangga, rekan kerja, hingga masyarakat umum. Di sini berlaku prinsip berlaku adil dan berbuat baik tanpa memandang suku, ras, atau agama.
- Akhlak terhadap Lingkungan dan Makhluk Hidup Lain: Islam mengajarkan etika menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, menyayangi hewan, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Kesimpulannya, pembagian akhlak ini berfungsi sebagai kerangka kerja moral yang komprehensif. Tujuan akhir dari pemahaman dan penerapan akhlak dalam Islam adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Aisyah RA sebagai "Al-Qur'an berjalan." Dengan senantiasa mengoreksi dan meningkatkan kualitas akhlak kita, kita berupaya menjadi pribadi yang dicintai Allah SWT dan bermanfaat bagi semesta alam.