Memiliki akuarium yang indah dengan ikan-ikan sehat adalah impian setiap penghobi. Namun, pengalaman yang menyenangkan ini bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika Anda menemukan adanya rembesan air yang menggenang di sekitar akuarium. Penyebab aquarium rembes bisa bermacam-macam, mulai dari kesalahan pemasangan hingga kerusakan material. Kebocoran kecil pun bisa menimbulkan masalah besar jika dibiarkan, seperti kerusakan lantai, pertumbuhan jamur, hingga membahayakan peralatan elektronik di sekitarnya. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai kemungkinan penyebab akuarium Anda rembes dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Kualitas Sealant yang Buruk atau Mulai Retak
Ini adalah penyebab paling umum dari aquarium rembes. Sealant (lem kaca) yang digunakan untuk menyatukan panel kaca aquarium memiliki masa pakai. Seiring waktu, sealant bisa mengering, getas, kehilangan daya rekatnya, atau bahkan retak akibat perubahan suhu, getaran, atau kualitas material sealant itu sendiri yang kurang baik. Terutama pada sambungan sudut-sudut akuarium, area ini sangat rentan terhadap tekanan air.
- Pemeriksaan: Periksa seluruh jalur sealant di dalam dan luar akuarium. Cari tanda-tanda keretakan, pengelupasan, atau area yang terlihat kosong.
- Solusi: Jika ditemukan keretakan atau sealant yang sudah rusak, Anda perlu mengikis sealant lama secara hati-hati menggunakan pisau khusus dan menggantinya dengan sealant akuarium baru yang berkualitas tinggi. Pastikan area tersebut benar-benar kering dan bersih sebelum mengaplikasikan sealant baru.
2. Keretakan pada Kaca Akuarium
Meskipun jarang terjadi, keretakan pada panel kaca akuarium juga bisa menjadi sumber kebocoran. Keretakan bisa disebabkan oleh benturan keras, pemasangan yang tidak rata sehingga menimbulkan tekanan pada kaca, atau cacat produksi pada kaca itu sendiri. Keretakan kecil mungkin tidak langsung terlihat signifikan, namun akan membesar seiring waktu akibat tekanan air.
- Pemeriksaan: Periksa seluruh permukaan kaca akuarium dari goresan dalam atau retakan halus. Terkadang, retakan sulit dilihat jika berada di area yang tersembunyi atau tertutup lumut.
- Solusi: Jika keretakan cukup parah atau besar, tindakan terbaik adalah mengganti panel kaca yang retak atau bahkan seluruh akuarium. Untuk keretakan yang sangat kecil dan tidak mengancam struktur, ada perekat khusus kaca akuarium yang bisa dicoba, namun efektivitasnya terbatas.
3. Pemasangan yang Tidak Rata
Permukaan tempat akuarium diletakkan harus benar-benar rata dan kokoh. Jika permukaan tidak rata, tekanan dari air akan terdistribusi tidak merata pada kaca akuarium, terutama pada bagian dasar. Hal ini dapat menyebabkan tegangan berlebih pada sambungan kaca atau bahkan pada panel kaca itu sendiri, yang pada akhirnya bisa memicu keretakan atau melemahkan sealant.
- Pemeriksaan: Gunakan waterpas untuk memeriksa kerataan permukaan meja atau kabinet tempat akuarium berdiri.
- Solusi: Ratakan permukaan dengan menaikkan atau menurunkan bagian yang tidak rata menggunakan bahan yang kokoh dan stabil. Pastikan seluruh alas akuarium menapak dengan sempurna.
4. Kerusakan Aksesoris yang Terpasang
Beberapa aksesoris seperti filter canister eksternal atau tubing filter yang terpasang di dalam akuarium juga bisa menjadi sumber kebocoran. Sambungan antar pipa, segel karet pada filter, atau retakan pada badan filter bisa saja mengalami kebocoran.
- Pemeriksaan: Periksa semua sambungan pada filter, heater, dan aksesoris lain yang terhubung dengan air di dalam akuarium.
- Solusi: Kencangkan sambungan yang longgar, ganti segel karet yang sudah aus, atau perbaiki/ganti aksesoris yang rusak.
5. Kerusakan pada Pintu Kabinet (jika ada)
Jika akuarium Anda menggunakan kabinet sebagai penyangganya, pintu kabinet yang tidak rapat sempurna atau celah di bagian bawahnya bisa membuat tetesan air dari rembesan kecil terlihat seperti genangan yang lebih besar. Meskipun bukan penyebab utama rembesan, ini bisa memperparah penampakan dan masalah kelembaban di sekitar.
- Solusi: Pastikan pintu kabinet menutup dengan baik dan jika perlu, tambahkan pelapis atau penahan di bagian bawah untuk mencegah air merembes keluar dari area kabinet.
Tips Pencegahan agar Aquarium Tidak Rembes
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan risiko aquarium rembes:
- Gunakan Sealant Berkualitas: Saat membuat atau memperbaiki akuarium, selalu gunakan sealant silikon khusus akuarium yang aman bagi ikan dan tahan air tawar/asin.
- Perawatan Rutin: Periksa kondisi akuarium secara berkala, terutama pada sambungan kaca.
- Hindari Benturan: Letakkan akuarium di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak kecil atau hewan peliharaan yang bisa menyebabkan benturan.
- Permukaan Rata: Selalu pastikan akuarium diletakkan di permukaan yang benar-benar rata dan kuat.
- Jangan Isi Air Penuh: Hindari mengisi air hingga batas paling atas. Sisakan sedikit ruang untuk mencegah luapan saat ada pergerakan air.
Menangani penyebab aquarium rembes memerlukan ketelitian dan kesabaran. Dengan memahami sumber masalahnya dan melakukan perawatan yang tepat, Anda dapat menjaga akuarium tetap aman, indah, dan menjadi pusat perhatian yang menyenangkan di rumah Anda.