Ilustrasi proses pelepasan.
Masalah ejakulasi, seperti volume air mani yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada pancaran (anejakulasi atau ejakulasi retrograde), adalah kondisi yang dapat mengkhawatirkan banyak pria. Fenomena "mani tidak muncrat" atau ejakulasi hipospermia (volume rendah) sering kali menjadi subjek pencarian informasi karena dampaknya pada kesuburan dan persepsi maskulinitas.
Penting untuk dipahami bahwa ejakulasi adalah proses kompleks yang melibatkan otot, saraf, dan hormon. Ketika proses ini terganggu, hasilnya bisa berupa volume yang kurang memuaskan atau bahkan tidak terjadi pelepasan sama sekali.
Ejakulasi melibatkan dua fase utama: emisi (pergerakan sperma dan cairan dari testis dan kelenjar aksesori ke uretra prostat) dan ekspulsi (otot dasar panggul berkontraksi untuk mendorong cairan keluar). Gangguan pada salah satu fase ini dapat menyebabkan masalah.
Ada berbagai faktor yang dapat berkontribusi pada rendahnya volume atau ketiadaan pancaran mani. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
Ini adalah salah satu penyebab utama mengapa pria merasa "mani tidak muncrat" padahal sebenarnya ejakulasi terjadi. Dalam kondisi ini, sfingter (otot penutup) pada leher kandung kemih gagal menutup selama orgasme. Akibatnya, cairan mani mengalir mundur ke kandung kemih daripada keluar melalui penis. Meskipun pria mencapai orgasme, volume yang keluar sangat sedikit atau tidak ada.
Penyebab Ejakulasi Retrograde sering terkait dengan:
Volume air mani terdiri dari sperma (hanya sekitar 5%) dan cairan dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Jika salah satu kelenjar ini tidak berfungsi optimal, volume akan menurun drastis.
Kondisi mental dan kebiasaan hidup juga memainkan peran penting dalam fungsi seksual:
Sistem saraf mengendalikan kontraksi yang mendorong air mani keluar. Kerusakan saraf (neuropati) akibat cedera tulang belakang, multiple sclerosis, atau kondisi neurologis lainnya dapat mengganggu sinyal ejakulasi. Selain itu, kadar testosteron yang sangat rendah (hipogonadisme) dapat mengurangi libido dan produksi cairan seminal.
Jika Anda secara konsisten mengalami volume ejakulasi yang sangat rendah atau merasa tidak ada pancaran sama sekali, terutama jika disertai dengan kesulitan mencapai orgasme, disarankan untuk mencari evaluasi medis. Dokter spesialis urologi adalah profesional yang tepat untuk menyelidiki penyebabnya.
Volume ejakulasi normal berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml. Jika Anda melihat volume yang jauh di bawah ini secara rutin, itu patut diperiksa. Namun, perlu diingat bahwa beberapa pria memang secara alami memiliki volume yang sedikit lebih kecil tanpa adanya masalah medis mendasar.
Sebelum menemui dokter, beberapa penyesuaian gaya hidup mungkin dapat membantu:
Mengatasi masalah "mani tidak muncrat" seringkali dimulai dengan diagnosis yang tepat. Dengan mengidentifikasi penyebabnya—apakah itu masalah struktural, neurologis, atau hanya sementara karena faktor eksternal—penanganan yang efektif dapat diterapkan.