Bagi sebagian pria, frekuensi ejakulasi atau keluarnya air mani mungkin terasa lebih sering dari biasanya. Fenomena ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari aspek psikologis hingga kondisi fisik tertentu. Memahami penyebabnya adalah langkah awal yang penting untuk menentukan apakah kondisi ini normal atau memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Penting untuk diingat bahwa definisi "sering" sangat subjektif dan bervariasi antar individu.
Salah satu pemicu paling umum dari seringnya ejakulasi berkaitan erat dengan gaya hidup dan kondisi mental seseorang. Tingkat gairah seksual yang tinggi secara alami akan meningkatkan potensi keluarnya air mani.
Meskipun seringnya ejakulasi seringkali tidak berbahaya, ada beberapa kondisi medis yang dapat memengaruhinya. Kondisi ini umumnya disertai gejala lain, sehingga perhatian harus diberikan jika perubahan ini berlangsung drastis.
Kelenjar prostat memainkan peran vital dalam produksi cairan mani. Jika prostat mengalami peradangan (prostatitis) akibat infeksi bakteri atau iritasi, hal ini dapat meningkatkan sensitivitas dan menyebabkan ejakulasi yang lebih sering atau ejakulasi dini. Gejala penyerta biasanya meliputi nyeri saat buang air kecil atau rasa tidak nyaman di area panggul.
Saraf yang mengontrol refleks ejakulasi terletak di sumsum tulang belakang. Kerusakan atau iritasi pada saraf ini (misalnya akibat cedera punggung atau kondisi neurologis tertentu) dapat menyebabkan stimulasi yang berlebihan, mengakibatkan ejakulasi yang tidak disengaja atau terlalu sering.
Epididimis adalah saluran berbentuk tabung di bagian belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. Peradangan pada area ini (epididimitis) seringkali menyebabkan nyeri dan pembengkakan, namun sensitivitas yang meningkat di sekitar area tersebut kadang bisa memicu ejakulasi yang lebih mudah.
Emisi nokturnal, atau yang dikenal sebagai mimpi basah, adalah pelepasan air mani yang terjadi saat tidur tanpa adanya stimulasi seksual sadar. Ini adalah fenomena biologis yang sangat umum, terutama pada remaja dan pria muda, sebagai mekanisme alami tubuh untuk melepaskan sperma yang sudah matang dan tidak terpakai. Jika ini terjadi secara teratur, itu dianggap normal dan bukan merupakan tanda penyakit.
Penting untuk membedakan antara ejakulasi yang sering terjadi karena gairah yang sehat dengan ejakulasi yang disertai rasa sakit, ketidaknyamanan, atau mengganggu kualitas hidup sehari-hari. Jika Anda merasa frekuensi ejakulasi Anda abnormal dan disertai gejala lain seperti nyeri panggul, darah dalam air mani, atau kesulitan menahan kencing, konsultasi dengan urolog sangat dianjurkan.