Kekentalan dan warna air mani (sperma) dapat menjadi indikator kesehatan reproduksi pria. Normalnya, air mani setelah ejakulasi akan berbentuk cairan kental berwarna putih keabu-abuan atau sedikit kekuningan, yang kemudian akan mencair setelah beberapa saat (sekitar 15-30 menit). Namun, jika Anda secara konsisten mengamati bahwa sperma Anda sangat kental dan berwarna putih pekat, wajar jika muncul kekhawatiran mengenai penyebabnya.
Representasi visual kesehatan reproduksi.
Sperma terdiri dari dua komponen utama: sperma itu sendiri (sel mani yang diproduksi di testis) dan cairan seminal (yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis). Kekentalan sangat dipengaruhi oleh komposisi cairan seminal ini.
Salah satu penyebab paling umum dan mudah diatasi dari air mani yang sangat kental adalah dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, cairan seminal akan menjadi lebih pekat karena kurangnya volume air yang tersedia. Jika Anda jarang minum air putih atau baru saja selesai melakukan aktivitas fisik berat, ini bisa menjadi faktor utamanya.
Jika seorang pria tidak berejakulasi dalam periode waktu yang cukup lama (misalnya lebih dari seminggu), volume air mani akan meningkat, dan konsistensinya cenderung lebih kental dan mungkin memiliki warna yang lebih putih atau kekuningan dibandingkan biasanya. Hal ini disebabkan oleh akumulasi sel-sel mati dan cairan di dalam saluran ejakulasi.
Meskipun jarang, perubahan pada kadar hormon, terutama testosteron, dapat memengaruhi produksi cairan seminal dan viskositasnya. Kadar hormon yang tidak seimbang dapat mengubah komposisi kimia air mani.
Kekentalan yang disertai perubahan signifikan pada bau atau warna (misalnya menjadi sangat kuning atau kehijauan) bisa menjadi tanda adanya infeksi pada saluran reproduksi, seperti prostatitis (radang prostat) atau epididimitis. Infeksi dapat menyebabkan peningkatan sel darah putih dalam cairan, yang memengaruhi tekstur.
Kelenjar prostat dan vesikula seminalis bertanggung jawab memproduksi sebagian besar volume air mani. Jika ada masalah pada fungsi kelenjar ini—seperti kista atau peradangan kronis—produksi cairan pelumas (yang membuat sperma menjadi lebih cair) mungkin terganggu, menghasilkan sperma yang lebih kental.
Sperma kental dan putih biasanya normal jika hanya terjadi sesekali dan disertai dengan faktor pemicu seperti dehidrasi ringan atau masa abstinensi yang panjang. Namun, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika kekentalan ini disertai dengan gejala lain yang persisten:
Jika penyebabnya adalah gaya hidup, perubahan sederhana sering kali dapat mengembalikan viskositas air mani ke kondisi normal:
Perubahan pada air mani adalah hal yang umum. Memahami penyebab dasarnya, mulai dari hal sepele seperti kurang minum hingga kondisi medis, sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi Anda.