Ilustrasi gangguan pada sistem reproduksi.
Ejakulasi adalah proses kompleks yang melibatkan koordinasi antara sistem saraf dan otot untuk melepaskan air mani (semen) dari penis setelah stimulasi seksual yang memadai. Namun, bagi sebagian pria, pengalaman ejakulasi yang tidak menghasilkan keluarnya sperma atau cairan sama sekali dapat terjadi. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai anejakulasi atau sering juga disebut sebagai ejakulasi retrograde (meskipun keduanya memiliki mekanisme yang sedikit berbeda). Ini bisa menjadi sumber kekhawatiran signifikan baik dari sisi psikologis maupun kesuburan.
Memahami penyebab sperma tidak keluar saat ejakulasi sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Penyebabnya bervariasi, mulai dari faktor fisiologis, efek samping obat-obatan, hingga kondisi medis tertentu.
Ketika seorang pria mengalami orgasme tetapi tidak ada cairan yang keluar, ada beberapa jalur medis utama yang menjadi penyebabnya:
Ini adalah penyebab paling umum dari 'ejakulasi kering'. Dalam ejakulasi normal, sfingter leher kandung kemih akan menutup rapat saat orgasme untuk mencegah air mani masuk kembali ke kandung kemih. Pada ejakulasi retrograde, sfingter ini gagal menutup, menyebabkan air mani bergerak mundur (retrograde) ke kandung kemih alih-alih keluar melalui uretra.
Faktor yang memicu kondisi ini meliputi:
Ini berarti pria tersebut tidak pernah mampu berejakulasi sama sekali. Penyebabnya seringkali lebih struktural atau neurologis sejak awal perkembangan.
Meskipun lebih jarang menyebabkan tidak keluarnya cairan sama sekali (biasanya hanya volume yang sangat sedikit), penyumbatan total pada duktus ejakulatorius dapat menghalangi jalan keluarnya air mani.
Obat-obatan farmasi adalah kontributor utama kedua setelah kondisi medis kronis. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi sinyal saraf yang diperlukan untuk ejakulasi yang berhasil:
Penting untuk tidak menghentikan obat-obatan ini secara tiba-tiba. Jika Anda mencurigai obat resep adalah penyebab sperma tidak keluar saat ejakulasi, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari alternatif dosis atau jenis obat yang memiliki efek samping lebih ringan pada fungsi seksual.
Faktor psikologis, meskipun tidak secara langsung menyebabkan anejakulasi struktural, dapat memengaruhi kualitas dan keberhasilan ejakulasi:
Jika Anda secara rutin mengalami orgasme tanpa ejakulasi (atau ejakulasi yang sangat minim) dan ini mengkhawatirkan Anda, terutama jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau andrologi. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes urine (untuk mendeteksi adanya sperma di urin, yang mengindikasikan retrograde), dan meninjau riwayat medis serta daftar obat-obatan Anda.
Penanganan bervariasi tergantung penyebabnya; mulai dari modifikasi obat, terapi fisik untuk sfingter, hingga teknik pengambilan sperma jika penyebabnya adalah obstruksi total.
Artikel ini bersifat informatif dan edukatif. Informasi ini tidak menggantikan diagnosis, saran, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis yang berkualifikasi.