Memahami Larangan dan Hikmah dalam Al-Maidah Ayat 90

Ilustrasi Larangan Minuman Keras ๐ŸŽฒ Hindari Kerusakan Akal

Salah satu ayat penting dalam Al-Qur'an yang secara tegas mengatur kehidupan sosial dan kesehatan umat Islam adalah Surah Al-Maidah ayat 90. Ayat ini menjadi landasan utama bagi pengharaman minuman keras (khamr) dan praktik perjudian (maysir) dalam Islam. Memahami konteks dan konsekuensi yang disebutkan di dalamnya sangat krusial untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama.

Teks dan Terjemahan QS Al-Maidah Ayat 90

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุณูุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ุตูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฒู’ู„ูŽุงู…ู ุฑูุฌู’ุณูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (minuman keras), judi, berhala, dan undian (memanah nasib) itu adalah najis dari perbuatan setan, maka jauhilah (semua itu) agar kamu beruntung."

Ayat ini dimulai dengan panggilan kehormatan, "Yฤ ayyuhal-ladhฤซna ฤmanลซ", yang menegaskan bahwa seruan ini ditujukan langsung kepada orang-orang yang telah memercayai dan menyatakan keimanan mereka kepada Allah SWT. Panggilan ini sekaligus menuntut adanya ketaatan yang lebih besar terhadap perintah yang akan disampaikan.

Empat Perkara yang Dilarang Keras

Ayat 90 Al-Maidah secara eksplisit menyebutkan empat perkara yang harus dijauhi oleh seorang Muslim:

  1. Al-Khamr (ุฎูŽู…ู’ุฑูŒ): Ini merujuk pada segala jenis minuman yang memabukkan, yang menghilangkan akal dan kesadaran. Meskipun konteks awal mungkin merujuk pada anggur yang difermentasi, hukum Islam memperluas cakupan ini kepada semua zat yang memiliki efek memabukkan, seperti narkotika dan obat-obatan terlarang yang merusak fungsi otak.
  2. Al-Maysir (ู…ูŽูŠู’ุณูุฑูŒ): Merujuk pada segala bentuk perjudian atau pertaruhan, di mana keuntungan didapat dari kerugian orang lain melalui unsur untung-untungan, tanpa adanya usaha yang jujur dan produktif.
  3. Al-Ansab (ุฃูŽู†ุตูŽุงุจูŒ): Ini adalah batu-batu yang didirikan sebagai persembahan atau sesembahan bagi berhala atau selain Allah. Ini adalah bentuk syirik yang dilarang keras karena merusak tauhid (keesaan Allah).
  4. Al-Azlam (ุฃูŽุฒู’ู„ูŽุงู…ูŒ): Merujuk pada undian atau alat ramalan yang digunakan oleh orang-orang jahiliah untuk menentukan nasib atau mengambil keputusan. Ini termasuk praktik meramal nasib yang bertentangan dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Sifat dan Dampak: "Rijsun Min Amalis Syaithan"

Poin kunci dari ayat ini adalah deskripsi mengenai hakikat keempat hal tersebut. Allah SWT menyatakannya sebagai "Rijsun Min Amalis Syaithan"โ€”sesuatu yang kotor (najis secara spiritual) dan berasal dari perbuatan setan. Penamaan ini menunjukkan bahwa substansi dari larangan tersebut bukanlah sekadar peraturan sosial, melainkan perkara yang secara fundamental merusak fitrah manusia dan merupakan strategi setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kehancuran.

Minuman keras merusak akal, yang merupakan karunia terbesar manusia untuk beribadah dan berpikir. Perjudian menciptakan keserakahan dan permusuhan. Sementara itu, penyembahan berhala dan ramalan merusak hubungan vertikal (hubungan dengan Tuhan) dengan mencampuradukkan ketaatan kepada Allah dengan entitas lain.

Perintah Penjauhan untuk Keuntungan (Agar Kamu Beruntung)

Puncak dari ayat ini terletak pada perintah yang diberikan: "Fajtanibลซhu la'allakum tuflihลซn" (Maka jauhilah itu, agar kamu beruntung).

Kata "fajtanibลซhu" (jauhilah) memiliki makna yang lebih kuat daripada sekadar "jangan lakukan." Dalam tata bahasa Arab, perintah ini menyiratkan upaya proaktif untuk menjauhkan diri sepenuhnya dari segala hal yang mendekati larangan tersebut. Ini berarti bukan hanya menghindari konsumsi langsung, tetapi juga menjauhi lingkungan, percakapan, atau aktivitas yang berkaitan erat dengan khamr dan maysir.

Keuntungan (al-falah) yang dijanjikan adalah hasil akhir dari ketaatan ini. Keuntungan tersebut mencakup kebahagiaan duniawi (kesehatan, ketenangan pikiran, harmoni sosial) dan keberuntungan hakiki di akhirat (surga). Dengan menjauhi hal-hal yang kotor dan merusak akal, seorang Muslim menempatkan dirinya di jalan yang lurus, menjamin keberhasilan sejati dalam pandangan Ilahi.

Relevansi Kontemporer

Hukum yang ditetapkan dalam QS Al-Maidah ayat 90 tetap relevan hingga akhir zaman. Dalam konteks modern, ketika berbagai bentuk hiburan yang mengandung unsur perjudian (seperti lotre, taruhan olahraga digital) dan zat psikoaktif baru terus bermunculan, ayat ini menjadi kompas moral yang jelas. Pemahaman mendalam terhadap ayat ini mendorong umat Islam untuk kritis terhadap budaya populer dan menjaga kemurnian akal serta harta mereka dari hal-hal yang dijanjikan setan sebagai jalan menuju kerugian, bukan keberuntungan.

๐Ÿ  Homepage