Memahami Kekuatan QS Al-Hijr Ayat 94

Setiap ayat dalam Al-Qur'an menyimpan hikmah dan pelajaran yang mendalam bagi umat Islam. Salah satu ayat yang sering kali ditekankan dalam konteks perintah ilahi adalah Surah Al-Hijr ayat 94. Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian perintah kepada Nabi Muhammad SAW mengenai cara menyampaikan risalah Islam dengan penuh ketegasan dan tanpa keraguan.

Ketegasan dalam Dakwah Ilustrasi visual tentang perintah untuk menyampaikan pesan Allah dengan jelas.

Teks dan Terjemahan QS Al-Hijr Ayat 94

Ayat ini secara eksplisit memerintahkan Rasulullah SAW untuk melaksanakan perintah Allah tanpa gentar. Berikut adalah lafal aslinya dan terjemahannya:

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan termasuklah orang-orang yang bersujud."

Ayat ini, meskipun singkat, mengandung perintah komprehensif yang menjadi fondasi spiritual bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan dan menyampaikan kebenaran.

Konteks Historis dan Keutamaan Ayat

Surah Al-Hijr turun pada periode kenabian yang penuh tantangan di Mekkah. Umat Islam menghadapi penolakan, intimidasi, dan bahkan penyiksaan dari kaum musyrikin Quraisy. Di tengah tekanan tersebut, Allah SWT memberikan penguatan melalui ayat-ayat yang menegaskan posisi dan tugas Nabi Muhammad SAW.

Ayat 94 secara spesifik memberikan tiga pilar respons terhadap kesulitan dakwah:

1. Tasbih dengan Pujian (فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ)

Perintah untuk bertasbih (mensucikan Allah) dan memuji-Nya adalah bentuk pengakuan tertinggi atas keagungan Allah, terlepas dari kondisi eksternal yang dihadapi. Ketika orang lain meragukan atau menentang, seorang mukmin diperintahkan untuk senantiasa mengingat bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan Allah. Tasbih ini bukan sekadar ritual lisan, melainkan penegasan keyakinan bahwa hanya Allah yang layak dipuji dan disembah. Dalam konteks dakwah, ini berarti fokus harus selalu tertuju pada keridhaan Allah, bukan pujian atau kebencian manusia.

2. Ketegasan dalam Menjalankan Perintah

Meskipun ayat ini tidak secara langsung berbicara tentang menyerang atau bertahan, konteks sebelumnya (ayat 92 dan 93) memerintahkan Nabi SAW untuk tidak menyangka bahwa orang-orang kafir akan mempercayai dakwahnya. Setelah menerima 'izin' untuk bersikap tegas dan menerima kenyataan penolakan, respons selanjutnya adalah kembali kepada ibadah inti: tasbih dan sujud.

3. Keistimewaan Sujud (وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ)

Sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Penciptanya. Dalam tradisi Islam, sujud adalah saat di mana seorang mukmin berada paling dekat dengan Rabb-nya. Perintah untuk menjadi termasuk golongan orang yang bersujud menekankan bahwa setelah menyampaikan kebenaran dan menghadapi penolakan, solusi terbaik adalah kembali berserah diri sepenuhnya kepada Allah melalui shalat dan sujud. Ini adalah mekanisme pertahanan spiritual.

Pelajaran Praktis untuk Kehidupan Modern

Ayat 94 Al-Hijr relevan hingga kini. Dalam menghadapi berbagai tantangan modern—mulai dari kritik sosial, tekanan pekerjaan, hingga godaan kemaksiatan—ayat ini mengajarkan kita untuk:

  1. Mempertahankan Fokus Spiritual: Ketika menghadapi kesulitan dalam menegakkan prinsip, jangan biarkan fokus bergeser kepada pembelaan diri yang berlebihan atau frustrasi. Kembali kepada tasbih adalah cara membersihkan hati dari kekeruhan duniawi.
  2. Keteladanan dalam Ketaatan: Jika kita dipercaya menyampaikan kebenaran (baik dalam keluarga, lingkungan kerja, atau masyarakat), kita harus melakukannya tanpa rasa takut atau harap imbalan dari manusia.
  3. Kekuatan Doa dan Sujud: Sujud adalah penyerahan total. Ia mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati datang dari hubungan vertikal yang kuat dengan Sang Pencipta. Orang yang sering bersujud akan memiliki ketenangan batin yang sulit digoyahkan oleh gejolak eksternal.

Secara keseluruhan, QS Al-Hijr ayat 94 adalah seruan ilahi untuk menguatkan spiritualitas, menjadikan pujian dan penyucian Allah sebagai prioritas utama, dan menjadikan ketundukan total (sujud) sebagai penutup segala urusan duniawi yang menekan.

🏠 Homepage